Analis: Belum ada figur sepadan jadi penantang Prabowo di 2029

2 hours ago 3
...Prabowo hingga saat ini masih diterima dengan baik

Jakarta (ANTARA) - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai hingga saat ini belum tampak figur yang sepadan untuk menjadi penantang Presiden Prabowo Subianto pada Pemilu 2029.

Ia mengatakan penerimaan publik terhadap Prabowo masih relatif baik. Sementara, poros oposisi juga belum menunjukkan tanda-tanda mengajukan tokoh kuat.

"Prabowo hingga saat ini masih diterima dengan baik. Program-program seperti MBG masih disukai oleh masyarakat," kata Hensa sapaan akrabnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu memaparkan dua alasan yang menurutnya memperkuat penilaian tersebut.

Pertama, ia melihat respons masyarakat terhadap kepemimpinan Prabowo sejauh ini masih relatif baik, terutama terhadap program-program yang dirasakan langsung.

Kedua, Hensa menilai belum ada figur alternatif yang secara konsisten muncul dengan daya saing kuat untuk mengimbangi Prabowo menuju 2029. Ia mencontohkan partai oposisi pun belum terlihat memanaskan mesin politik untuk memperkenalkan kandidat.

Baca juga: Prabowo diusulkan capres pada 2029, NasDem belum pastikan dukungan

"Bahkan, oposisi seperti PDI Perjuangan belum ada geliat akan mengeluarkan jagoannya per hari ini ya," ujar Hensa.

Di sisi lain, Hensa menilai pembahasan yang justru menarik dalam peta politik ke depan adalah soal siapa yang akan mendampingi Prabowo.

Menurut dia, pilihan pendamping akan sangat menentukan stabilitas pemerintahan sekaligus mempengaruhi peta kompetisi menuju pemilu berikutnya.

"Menurut saya, yang mendampingi Pak Prabowo di 2029 ini ada tiga, antara dari Gerindra, orang yang tidak partai politik, atau orang yang tidak punya ambisi jadi capres," kata Hensa.

Ia menyebut salah satu opsi adalah figur dari internal Partai Gerindra. Alasannya, langkah tersebut bisa mencegah efek politik yang membesarkan partai lain di lingkar koalisi, terutama bila belum ada lawan kuat yang muncul dari luar.

Baca juga: PAN yakin diajak bicara soal pencalonan Prabowo di Pilpres 2029

"Pak Prabowo akan rugi jika ia memilih calon wapres dari partai lain, karena itu sama saja memberikan panggung bagi partai lain untuk bersinar," katanya.

Selain itu, ia juga membuka kemungkinan Prabowo memilih sosok non-partai atau figur yang tidak memiliki ambisi menjadi calon presiden pada periode berikutnya.

Ia menilai figur yang memiliki ambisi kuat maju sebagai capres berisiko lebih sibuk membangun panggung politik pribadi ketimbang fokus membantu kerja presiden.

"Kalau dia berambisi jadi capres, dia akan sibuk mencari panggung dan tidak fokus membantu kerja presiden," ujar Hensa.

Saat ditanya soal peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ia menilai ada catatan yang perlu dipertimbangkan.

Menurut dia, apabila Gibran memiliki orientasi kuat untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada 2034, maka Prabowo seharusnya tidak memilihnya sebagai pendamping.

"Kalau Gibran berambisi jadi capres 2034, sebaiknya Prabowo enggak pilih," tutur Hensa.

Baca juga: Dasco: Banyak usulan di KLB agar Prabowo kembali jadi capres pada 2029

Baca juga: PAN yakin diajak bicara soal pencalonan Prabowo di Pilpres 2029

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |