Amri ungkap suasana internal PBSI setelah terseret isu matchfixing

3 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi mengungkapkan suasana internal ganda campuran di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI setelah terseret isu pengaturan pertandingan.

Amri menyebut bahwa kondisi saat ini di pelatnas berjalan dengan normal tanpa mengganggu program latihan yang telah diterapkan oleh tim kepelatihan.

"Suasananya mah biasa-biasa aja sih sebenarnya. Ya pelajaran aja juga buat kami. Ya kalau menurut saya kan kami jadi atlet juga bukan cari (keuntungan) itu sih sebenarnya kalau saya," kata Amri saat ditemui pewarta di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu.

Sebelumnya Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dikabarkan tengah melakukan investigasi terhadap sejumlah atlet yang dicurigai terlibat aktif dalam pengaturan pertandingan.

Baca juga: Amri/Nita petik pelajaran berharga tampil di turnamen level atas

Meski belum ada nama atlet yang masuk dalam laporan pelanggaran BWF, namun nama-nama Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil yang mundur dari Kejuaraan Dunia 2026 turut memunculkan spekulasi di kalangan penggemar mengenai kemungkinan kaitannya dengan isu pengaturan pertandingan.

"Suasananya sih sebenarnya sama aja ya, maksudnya enggak ada yang gimana-gimana. Kami lebih fokus sama persiapan kita di Kejuaraan Dunia aja ya," kata Amri mengenai kondisi di pelatnas yang lebih fokus untuk menatap gelaran Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Amri yang berpasangan dengan Nita Violina Marwah akan menatap Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di Arena Indira Gandhi, New Delhi mulai 17-23 Agustus mendatang.

Ganda peringkat 18 dunia tersebut mengaku telah menjalani persiapan yang cukup matang untuk bisa tampil di kejuaraan dunia yang telah memasuki edisi ke-30 tersebut.

Baca juga: Amri/Nita tersingkir di Japan Open usai kehilangan ketenangan

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |