7 hikmah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, bukan sekadar seremoni

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus mengambil pelajaran dari akhlak dan perjuangannya dalam kehidupan.

Maulid Nabi umumnya diperingati pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Di Indonesia, peringatan tersebut berkembang dalam berbagai bentuk, seperti pengajian, pembacaan selawat, zikir, pembacaan sejarah Nabi hingga kegiatan sosial.

Lebih dari sekadar perayaan, Maulid Nabi dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dan menerapkan keteladanannya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah

Salah satu hikmah utama memperingati Maulid Nabi adalah menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Melalui pembacaan kisah kehidupan dan perjuangan Rasulullah, umat Islam dapat mengenal lebih dekat sosok yang menjadi teladan dalam menjalankan kehidupan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut peringatan Maulid dapat menjadi sarana menanamkan kecintaan kepada Rasulullah lintas generasi. Kecintaan tersebut diharapkan mendorong umat untuk mengikuti ajaran dan keteladanan beliau.

2. Meneladani akhlak Rasulullah

Maulid Nabi juga menjadi pengingat agar umat Islam tidak hanya mengenal sejarah Rasulullah, tetapi berusaha menerapkan akhlaknya.

Al Quran dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 menyebut Rasulullah sebagai uswah hasanah atau teladan yang baik bagi orang-orang yang berharap kepada Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.

Keteladanan tersebut dapat diterapkan melalui sikap jujur, sabar, amanah, adil, penyayang dan peduli terhadap sesama.

Baca juga: Daftar tanggal merah Agustus 2026: Ada HUT RI dan Maulid Nabi

3. Meningkatkan keimanan

Peringatan Maulid dapat menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat keimanan kepada Allah SWT serta Rasul-Nya.

MUI pada peringatan Maulid Nabi 2024 mengingatkan agar momentum tersebut digunakan untuk meningkatkan keimanan sekaligus mengenal lebih baik sikap dan kepribadian Rasulullah SAW.

Dengan demikian, peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki ibadah dan perilaku.

4. Mengingat kembali perjuangan Rasulullah

Kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan ajaran Islam dapat menjadi pelajaran bagi umat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Dalam kegiatan Maulid, kisah atau sirah nabawiyah sering dibacakan agar masyarakat kembali mengingat perjalanan hidup, perjuangan dan keteladanan Rasulullah.

Dari kisah tersebut, umat dapat mempelajari pentingnya kesabaran, keteguhan hati dan keberanian dalam mempertahankan kebenaran.

5. Memperbanyak selawat

Maulid juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Di berbagai daerah, peringatan Maulid diisi dengan pembacaan selawat dan syair yang berisi pujian kepada Rasulullah. Tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk ungkapan kecintaan kepada Nabi.

Selain menjadi bagian dari kegiatan keagamaan, selawat dapat menjadi pengingat agar umat semakin mengenal dan mencintai Rasulullah.

Baca juga: Maulid Nabi: Sejarah, makna, dan alasan peringatannya

6. Mempererat persaudaraan

Peringatan Maulid umumnya dilakukan secara bersama-sama sehingga dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama.

Masyarakat dapat berkumpul dalam kegiatan pengajian, pembacaan selawat, doa bersama, makan bersama hingga kegiatan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjaga hubungan baik di tengah masyarakat.

7. Menjadikan Maulid sebagai momentum memperbaiki diri

Hikmah yang paling penting dari peringatan Maulid adalah menjadikan keteladanan Rasulullah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kementerian Agama dalam salah satu kegiatan peringatan Maulid pada 2025 menekankan bahwa Maulid seharusnya tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengambil hikmah dari perjuangan Rasulullah, memperbanyak selawat dan meneladani akhlaknya.

Karena itu, peringatan Maulid dapat dijadikan waktu untuk mengevaluasi diri, mulai dari hubungan dengan Allah, keluarga, lingkungan hingga masyarakat.

Maulid Nabi bukan sekadar perayaan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki bentuk yang beragam di tengah masyarakat. Perbedaan tradisi tersebut tidak mengubah tujuan utama yang ingin diambil, yakni mengenang Rasulullah dan menjadikan kehidupannya sebagai bahan pembelajaran.

Bagi umat Islam, momentum ini dapat diisi dengan kegiatan yang memperkuat ibadah, memperbanyak selawat, mempelajari sejarah Nabi, memperbaiki akhlak dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Dengan demikian, hikmah Maulid Nabi tidak hanya dirasakan ketika peringatan berlangsung, tetapi juga melalui perubahan sikap dan perilaku setelahnya. Keteladanan Rasulullah diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Distan Mataram pastikan pasokan sapi aman menjelang Maulid Nabi 1448 H

Baca juga: Maulid Nabi 2026 tanggal berapa? Ini jadwal dan hari liburnya

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |