YPAC bimbing disabilitas agar memiliki keterampilan melukis

4 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta Selatan membimbing peserta didik disabilitas yang sudah lulus dari sekolah agar memiliki keterampilan melukis sekaligus kemandirian ekonomi.

"Saya lagi ngembangin mereka untuk lebih punya kemampuan mandiri ekonomi. Kita buatkan kurikulum khusus tentang bagaimana itu belajar untuk melukis," kata Direktur Pelaksana YPAC Agoes Abdoel Rakhman saat ditemui di perayaan Hari Kartini di YPAC Jakarta, Selasa.

Agoes mengatakan pembelajaran ini dikhususkan bagi siswa yang sudah lulus, namun tidak bisa melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi maupun dunia kerja.

Adapun tidak ada persyaratan maupun batas usia bagi siswa yang ingin mendaftar. Nantinya, mereka diajarkan sampai terampil menggunakan media lukis mulai dari krayon, pensil warna maupun menggunakan jari sendiri.

Sejumlah lukisan yang sudah jadi nantinya akan dipamerkan di pameran maupun dilelang. Kemudian, mereka juga dibekali dengan nomor rekening pribadi, di mana YPAC bekerja sama dengan sejumlah bank. Nantinya, hasil penjualan karya mereka akan langsung masuk ke rekening pribadi.

Oleh karena itu, diharapkan dengan keterampilan melukis dan jiwa seni yang dimiliki para siswa memiliki kemandirian ekonomi bagi mereka ke depannya.

Baca juga: YPAC dorong kesetaraan hak bersekolah pada momen Hari Kartini

"Kita ajari mereka dari tidak ngerti apa-apa sampai mereka bisa menjual hasil karyanya," ucap dia.

Hasil karya lukis berjudul "Dua Wajah" oleh peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Adapun karya yang paling mahal terjual yakni sebesar Rp50 juta dari pelelangan. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa yang terpenting dari lukisan yakni karya dengan nilai tinggi dari disabilitas.

"Yang paling penting adalah menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap karya para disabilitas. Dengan begitu orang akan tahu bahwa mereka menghargai bukan kasihan, tapi ini memang karya yang nilainya tinggi," kata dia.

Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC), Jakarta Selatan membina 76 siswa disabilitas fisik hingga intelektual untuk memiliki kemampuan dan kemandirian.

Baca juga: Sudinsos Jaksel bagikan 20 alat bantu kaki palsu untuk disabilitas

Baca juga: Sudinsos Jaksel salurkan bantuan kursi roda dan kaki palsu

Baca juga: Pramono bersyukur 150 pelamar disabilitas sudah mendapat pekerjaan

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |