Beijing (ANTARA) - Produksi biji-bijian China diperkirakan akan mempertahankan pertumbuhan yang stabil pada 2026, dengan kapasitas negara itu untuk menjamin kestabilan produksi serta pasokan biji-bijian dan produk pertanian penting lainnya akan makin kuat, ungkap laporan yang dirilis oleh Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China pada Senin (20/4).
Laporan prospek pertanian China periode 2026-2035 menyebutkan bahwa meningkatnya antusiasme petani dan pemerintah daerah terhadap produksi biji-bijian, serta penerapan yang lebih luas atas lahan pertanian, benih, mesin, serta metode pertanian yang lebih baik, akan mendukung tren tersebut.
Hasil biji-bijian diperkirakan naik ke angka 400 kilogram per mu (1 mu = 0,067 hektare) pada 2026, sehingga mendongkrak total output biji-bijian mencapai 716 juta ton, naik 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, urai laporan tersebut.
Menurut laporan tersebut, output biji minyak diproyeksikan mencapai 42,04 juta ton pada tahun ini, naik 2,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Laporan tersebut memperkirakan konsumsi minyak goreng China akan turun 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada 2026, sementara penggunaan kedelai untuk pangan dan konsumsi produk susu masing-masing akan naik 0,6 persen.
Perdagangan pertanian dan produksi domestik diperkirakan akan makin terkoordinasi, dengan nilai impor diproyeksikan turun dan nilai ekspor produk pertanian yang secara tradisional kompetitif kemungkinan akan naik, sebut laporan itu.
Harga produk pertanian diperkirakan akan tetap relatif stabil, dengan sebagian besar produk kemungkinan tetap stabil sebelum sedikit naik di akhir tahun.
Dengan berfokus pada 20 kategori utama produk pertanian, termasuk biji-bijian, kapas, dan gula, laporan ini memprediksi tren produksi, konsumsi, perdagangan, dan harga selama dekade berikutnya, dengan penekanan khusus pada tahun-tahun penting, seperti 2026 dan 2035.
China telah merilis laporan prospek pertanian selama 13 tahun berturut-turut sejak 2014.
Pewarta: Xinhua
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































