Persija bertekad lanjutkan tren kemenangan melawan PSIM

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Persija Jakarta bertekad melanjutkan tren kemenangan ketika melawan tuan rumah PSIM Yogyakarta pada laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (22/4) pukul 15.30 WIB.

Persija berbekal dua kemenangan beruntun dengan catatan clean sheet menjelang laga ini, masing-masing adalah kemenangan atas Persebaya Surabaya 3-0 dan PSBS Biak 1-0.

Tak hanya itu, bekal Macan Kemayoran juga sangat positif setelah pada pertemuan pertama, mereka mengalahkan Laskar Mataram dengan skor 2-0.

"Kami termotivasi dan memahami betapa pentingnya pertandingan besok bagi kami,” ujar pelatih Persija Mauricio Souza, dikutip dari laman resmi Persija, Selasa.

Soal persiapan menjelang laga besok sore, Mauricio mengatakan persiapan timnya cukup terbatas karena kebijakan perpindahan arena pertandingan dari semula di Stadion Sultan Agung Bantul ke Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Sebelumnya, Persija mengira bahwa laga ini akan digelar di Bantul, sehingga mereka sempat merencanakan untuk tetap di Yogyakarta mengingat laga terakhir mereka pada Sabtu melawan PSBS digelar di Sleman.

Baca juga: Munster tak ambil keuntungan dari adanya eks pemain Persis di timnya

“Persiapan untuk pertandingan ini cukup terbatas karena jeda dari laga sebelumnya ke pertandingan di Bali tidak terlalu panjang. Kami juga tidak memperhitungkan perjalanan jauh ke Bali karena awalnya kami mengira akan bermain di Yogyakarta. Namun, waktu yang ada tetap kami manfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan persiapan," ungkap pelatih asal Brasil tersebut.

Soal evaluasi berdasarkan penampilan tim pada laga terakhir, Mauricio mengungkapkan masih ada masalah pada kreativitas tim. Oleh karenanya, ia berharap di laga nanti anak-anak asuhnya lebih kreatif di sepertiga area lawan untuk lebih mudah mencetak gol.

“Di area dekat gawang, kami masih kurang kreativitas, baik melalui aksi individu maupun kombinasi satu-dua untuk menembus ke dalam kotak penalti,” jelas dia.

Sementara itu, kekuatan PSIM, Mauricio enggan mewaspadai satu pemain saja. Ia menegaskan bahwa sepak bola adalah permainan kolektif tim, sehingga di laga nanti ia meminta Rizky Ridho dan kawan-kawan untuk mewaspadai semua penggawa Laskar Mataram.

“Saya tidak menilai hanya satu pemain dari tim lawan. Sepak bola memang melibatkan individu, tetapi kami selalu menekankan aspek kolektif. Di dalam tim PSIM ada beberapa pemain bagus, namun saya tidak bisa menyoroti hanya satu atau dua pemain saja,” kata Mauricio.

Berada di posisi ketiga dengan 58 poin, kemenangan menjadi harga mati untuk Persija jika mereka ingin menjadi juara. Di sisi lain, kemenangan untuk PSIM juga tak kalah penting untuk setidaknya membawa mereka finis di zona 10 besar, setelah tren negatif yang mereka lalui karena hanya mengoleksi satu kemenangan dalam 11 laga terakhirnya.

Baca juga: Jadwal Super League: Persib jamu Arema, Borneo dijajal Semen Padang

Baca juga: Eliano sebut Persib masih berada di jalur yang tepat untuk juara

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |