Kabupaten Tanah Datar (ANTARA) - Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) membangun fasilitas air bersih berupa pembangunan sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di Jorong (dusun) Nagari (desa) Guguak Malalo.
"Yayasan Abulyatama bekerja sama dengan warga melaksanakan gotong royong dan membersihkan mushalla serta membangun sumur untuk kebutuhan air bersih," kata Ketua Yayasan Abulyatama Cabang Kabupaten Tanah Datar Ola Anas di Kabupaten Tanah Datar, Sabtu.
Baca juga: Polres Pidie Jaya gratiskan air minum untuk warga terdampak bencana
Ola Anas mengatakan pasca-bencana yang terjadi di akhir November 2025, beberapa fasilitas dan rumah ibadah masih terkendala air bersih, salah satunya di Mushalla Darussalam yang tepat berada di pinggir Danau Singkarak.
Yayasan Abulyatama bersama beberapa lembaga sosial lainnya membantu penyediaan air bersih dengan membuat sumur di lokasi-lokasi terdampak. Selain membangun sumur, yayasan yang juga lembaga amil zakat nasional tersebut memberikan bak penampungan serta sejumlah bantuan lainnya yang bersumber dari sumbangan umat Muslim.
"Kami berkolaborasi dengan pemerintah desa membuat sumur, karena air bersih ini sangat penting bagi masyarakat," kata dia.
Yayasan Abulyatama bersama warga setempat bergotong royong membersihkan material lumpur, batu-batuan dan kayu-kayu yang masih menumpuk di pekarangan mushalla. Aksi sosial ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Sementara itu, Wali Nagari (kepala desa) Guguak Malalo Mulyadi menyambut baik dukungan Yayasan Abulyatama Indonesia Cabang Tanah Datar yang sudah membantu masyarakat terdampak bencana berupa pembangunan sarana air bersih, serta memulihkan rumah ibadah menjelang bulan puasa.
Baca juga: TNI sediakan air siap minum di Huntara Kayu Pasak Agam Sumbar
Baca juga: Kementerian PU perkuat suplai air bersih untuk RSUD Aceh Tamiang
"Kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Abulyatama, karena sudah membantu masyarakat membuat sumur dan perlengkapan air bersih," kata Mulyadi.
Mulyadi menyebut khusus di daerah itu terdapat sekitar 150 rumah yang rusak ringan, sedang, berat hingga hanyut akibat sapuan banjir bandang. Pasca-bencana, warga mulai membersihkan rumah yang terdampak material banjir, termasuk sejumlah fasilitas umum di daerah tersebut.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































