Anggota DPR dorong pengarusutamaan pemuda jadi representasi bangsa

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendorong pengarusutamaan pemuda agar tidak hanya menjadi wacana, tetapi diwujudkan melalui pelibatan generasi muda dalam peran strategis sebagai representasi negara.

"Harapan saya youth mainstreaming (pengarusutamaan pemuda) tidak hanya angan-angan. Kalau kita lihat Singapura, utusan negaranya tidak ada orang tua, anak muda semua. Di depan (memimpin) atas nama negara," kata Fikri dikutip di Jakarta, Jumat.

Fikri menilai pengarusutamaan pemuda perlu diarahkan pada penempatan kaum muda sebagai aktor utama pembangunan. Menurut dia, untuk mewujudkan pengarusutamaan pemuda, diperlukan perubahan orientasi program kepemudaan agar tidak hanya berfokus pada kaderisasi internal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan pemuda berprestasi dari berbagai latar belakang.

Ia menilai inovator muda, lulusan vokasi, serta atlet disabilitas merupakan bagian dari potensi generasi muda yang perlu dilibatkan dalam ekosistem kepemudaan secara lebih inklusif.

Fikri berharap kolaborasi lintas potensi tersebut dapat mempercepat implementasi pengarusutamaan pemuda sehingga generasi muda tidak hanya menjadi objek, tetapi subjek pembangunan nasional.

Ia mencontohkan Jawa Tengah merupakan daerah yang berpotensi dalam mengembangkan pengarusutamaan pemuda. Hal tersebut disampaikan Fikri saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik terkait Pemberdayaan Pemuda di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Ia mendorong Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) di Jawa Tengah untuk melakukan transformasi orientasi program. Fikri kemudian menyoroti fenomena program OKP yang dinilainya terlalu seragam, yakni didominasi oleh latihan kepemimpinan.

Menurutnya, hal ini menimbulkan surplus calon pemimpin namun minim pengikut atau kolaborator yang memiliki keahlian teknis spesifik.

"Saya menangkap hampir semua programnya adalah latihan kepemimpinan. Jadi ini (ingin) jadi pemimpin semua. Lalu ada yang dipimpin tidak ini?" tanya Fikri.

Fikri memaparkan solusi konkret berupa simbiosis mutualisme antara aktivis organisasi dan inovator muda (inventor). Ia menilai, aktivis OKP memiliki keunggulan kompetensi manajerial yang teruji karena terbiasa mengelola kegiatan dalam keterbatasan.

Sementara di sisi lain, banyak pemuda Jawa Tengah yang memiliki gagasan brilian dan prestasi internasional. Ia mencontohkan sosok Arfian Fuadi dari Salatiga, seorang inventor yang karyanya diakui dunia hingga mengalahkan lulusan doktoral MIT, serta Jay Senjaya Mulia, pendiri ASEAN Youth Organization.

"Teman-teman organisasi itu rata-rata skill manajerialnya bagus dan teruji. Ini kalau bisa ditularkan kepada inovator muda yang mungkin tidak kuliah, hanya lulusan SMK, tapi berprestasi internasional. Mereka punya ide, karena ideas are your own only currency (ide adalah mata uang Anda)," jelas Fikri.

Jika pemuda berprestasi tersebut sulit direkrut menjadi anggota karena kendala administrasi, seperti syarat status mahasiswa, Fikri menyarankan agar OKP menempatkan mereka sebagai narasumber atau inspirator.

Baca juga: DPR minta Kemenpora utamakan pemuda dalam program pemerintah

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |