Kemenkes ambil langkah tingkatkan penanganan pasien jantung anak

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyebut berbagai langkah terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah pasien anak dengan kelainan jantung yang tertangani kondisinya.

Dalam konferensi pers di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita Jakarta, Jumat, Wamenkes Dante menyebut delapan dari 1.000 kelahiran bayi di Indonesia mengalami kelainan jantung dengan yang sudah terdeteksi secara keseluruhan adalah 50.000 dan baru 5.000 di antaranya yang bisa ditangani dan sisanya menunggu antrean.

"Selain pertama, antrean yang panjang karena kemampuan dokter yang masih kurang juga karena aspek pembiayaannya," tutur Dante.

Dia menjelaskan rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk operasi terkait kasus kelainan jantung pada anak di RSJPD Harapan Kita membutuhkan sekitar Rp100 juta, dengan sekitar Rp30 juta ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sisanya disubsidi oleh rumah sakit tersebut.

Mengatasi kesenjangan tersebut, dia menjelaskan sejumlah langkah sudah dilakukan termasuk bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti Yayasan Jantung Indonesia serta organisasi sosial lainnya.

Dia sendiri menyampaikan apresiasi kepada RSJPD Harapan Kita yang memberikan subsidi terhadap tindakan operasi yang dilakukan terhadap pasiennya yang membutuhkan bantuan.

"Tapi kita akan terus melakukan secara regulasi bagaimana caranya supaya BPJS ini bisa memberikan support yang lebih. Jadi memang harus dialokasikan untuk tindakan-tindakan, untuk pembiayaan yang major, yang katastropik yang memiliki pembiayaan tinggi, memang porsi rotinya dibagi-bagi," tuturnya.

Pemerintah Indonesia lewat Kemenkes RI juga kemudian melakukan kerja sama dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSR) untuk melakukan penanganan medik puluhan pasien kardiovaskular di RSJPD Harapan Kita, termasuk sejumlah pasien anak. Bantuan diberikan kepada empat pasien intervensi non-bedah kardiovaskular dewasa dan 31 pasien bedah kardiovaskular pediatrik dan penyakit jantung bawaan dalam periode 2-6 Februari 2026.

Selain layanan kesehatan, dilakukan pula transfer pengetahuan kepada tenaga kesehatan di RSJPD Harapan Kita yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan tidak hanya di rumah sakit tersebut tapi juga ratusan rumah sakit yang disupervisi oleh RSJPD Harapan Kita.

Baca juga: Wamenkes: RS tidak boleh tolak pasien cuci darah BPJS PBI nonaktif

Baca juga: Kemenkes-KSR Arab Saudi kolaborasi tangani penyakit jantung anak

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |