Kemendikdasmen gandeng swasta perkuat kesiapan kerja lulusan SMK

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Wadhwani Skilling Network (WSN) guna memperkuat kesiapan kerja lulusan pendidikan vokasi jenjang SMK melalui Program JobReady.

Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK Kemendikdasmen Adrianus Patiung di Jakarta, Jumat menyebut bahwa tantangan lulusan SMK kini semakin kompleks dan tidak cukup hanya mengandalkan ijazah.

“Dunia kerja membutuhkan lulusan yang kompeten secara teknis sekaligus adaptif, berkarakter, dan memiliki soft skills yang kuat. Melalui kolaborasi dengan Wadhwani Foundation Indonesia, kami ingin memastikan setiap SMK memiliki akses pada program kesiapan kerja yang relevan dan berkualitas untuk mendukung transisi siswa ke dunia kerja,” kata Adrianu.

Ia menjelaskan program JobReady yang dikembangkan oleh Wadhwani Foundation dan dijalankan melalui Wadhwani Skilling Network, merupakan inisiatif penguatan kesiapan kerja yang ditawarkan sepenuhnya tanpa biaya bagi institusi pendidikan dan peserta didik.

Program ini, kata dia, dirancang selaras dengan kebutuhan industri dan memanfaatkan teknologi untuk memastikan kualitas pembelajaran yang konsisten di berbagai wilayah.

Adrianus menambahkan kemitraan Wadhwani Foundation di Indonesia saat ini mencakup ratusan SMK, puluhan perguruan tinggi, dan politeknik, kolaborasi nasional bersama Kemendikdasmen ini menjadi langkah penting untuk memperluas kerangka kesiapan kerja yang seragam di seluruh sistem pendidikan vokasi.

Adapun Program JobReady, lanjutnya, mencakup 79 jam pembelajaran terstruktur, 75 modul mikro, serta 11 penilaian kompetensi, dengan pendekatan pembelajaran blended yang mengkombinasikan pembelajaran mandiri berbasis digital dan pendampingan di kelas.

Peserta juga didukung oleh Wadhwani GenieAI, asisten berbasis kecerdasan buatan yang membantu simulasi wawancara kerja, penguatan materi, serta pemberian umpan balik personal secara cepat.

Sebagai bagian dari model kemitraan, Adrianus mengatakan SMK yang bergabung akan memperoleh dukungan menyeluruh, mulai dari orientasi pendidik, panduan implementasi, sertifikasi, hingga akses platform pembelajaran digital.

Pendekatan ini dirancang agar penguatan kemampuan kerja dapat terintegrasi secara praktis ke dalam sistem pendidikan vokasi yang sudah ada, tanpa menambah beban administratif sekolah.

Pada kesempatan yang sama, Vice President WSN & Country Director Wadhwani Foundation Herdian Mohammad menambahkan kolaborasi nasional bersama Kemendikdasmen itu merupakan langkah strategis guna memastikan setiap SMK di Indonesia memiliki akses terhadap program kesiapan kerja yang berkualitas, relevan, dan berbasis hasil.

“Melalui JobReady, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. Ini menjadi bagian dari komitmen Wadhwani Foundation mendukung 3 juta penempatan kerja hingga 2030,” ujarnya.

Melalui kemitraan ini, ia mengatakan SMK dapat mengimplementasikan program JobReady tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari penguatan kesiapan kerja lulusan, dengan manfaat berupa certificate of completion bagi siswa dan siswi serta guru yang mengikuti dan menyelesaikan program.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |