Tangerang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Banten mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan air Sungai Cisadane menyusul dampak kebakaran gudang bahan kimia yang diduga terjadi pencemaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar di Tangerang, Selasa mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan serta membatasi aktivitas yang berkaitan langsung dengan air sungai hingga terdapat informasi resmi terkait kondisi pencemaran.
"BPBD meminta masyarakat untuk sementara waktu menghindari kontak langsung dengan air Sungai Cisadane. Warga juga diminta untuk terus memantau informasi resmi yang disampaikan BPBD, PDAM, dan Dinas Lingkungan Hidup terkait perkembangan kondisi lingkungan," kata Mahdiar.
Selain itu, masyarakat diimbau memperhatikan kualitas air sumur di lingkungan masing-masing, terutama jika terjadi perubahan bau, warna, maupun rasa. Warga juga disarankan untuk tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari Sungai Cisadane yang diduga terdampak pencemaran.
BPBD juga mengingatkan warga agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala paparan, seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, maupun mata perih atau berair.
Mahdiar juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, pemerintah daerah akan terus menyampaikan perkembangan situasi secara berkala kepada masyarakat.
"Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat melalui nomor 112 atau hotline BPBD dan Damkar Kota Tangerang di 021-5582144," katanya.
Baca juga: Menteri LH tanam pohon di DAS Cisadane untuk tambah kawasan hutan
Baca juga: Sungai Tangerang tercemar oli bekas
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































