Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Sejumlah warga Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh bersyukur layanan administrasi kependudukan berjalan cepat dan mudah pascabencana banjir, terutama untuk mendukung akses hunian sementara (Huntara) serta berbagai bantuan sosial pemerintah.
"Alhamdulillah, enggak dipersulit layanan administrasi, aman semua. Cuman hadir aja langsung dieksekusi," kata Dede salah satu warga Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, ditemui di Kantor Disdukcapil Aceh Tamiang, Jumat.
Dede mengaku dirinya mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mencetak ulang KTP dan Kartu Keluarga yang hilang akibat terendam banjir beberapa waktu lalu.
Ia mengaku baru mengurus dokumen kependudukan setelah lebih dari sebulan karena keterbatasan waktu, kondisi akses jalan yang sulit, serta fokus awal memperbaiki rumah pascabencana.
Menurut Dede, pelayanan Disdukcapil berlangsung cepat tanpa proses administrasi berbelit, cukup dengan kehadiran pemohon, dokumen langsung diproses hingga selesai dalam hitungan jam.
Dede salah satu warga Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang mengurus dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tamiang, Jumat (23/1/2026). ANTARA/HariantoIa menuturkan dokumen kependudukan tersebut dibutuhkan sebagai persyaratan utama pengajuan Huntara dan bantuan lain yang telah diprogramkan pemerintah desa bagi warga terdampak banjir.
Dede menyebut, untuk keluarganya yang berjumlah empat orang, seluruh dokumen diurus sekaligus guna memastikan akses bantuan dapat segera diterima tanpa kendala administrasi.
Ia berharap ke depan pelayanan publik semakin baik dan kondisi Aceh Tamiang segera pulih, sehingga seluruh masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal setelah bencana melanda wilayah tersebut.
"Sementara ini, saya mengurus KTP dan KK untuk Huntara, untuk bantuan yang lain-lain yang udah ada di program di desa," bebernya.
Sementara itu, warga lainnya juga memanfaatkan layanan Disdukcapil Aceh Tamiang untuk mengurus dokumen kependudukan yang hilang akibat banjir, sebagai persiapan akses bantuan dan pendataan korban bencana di wilayah setempat terdampak.
Ahmad Henry, warga Kecamatan Rantau datang ke kantor Disdukcapil untuk mengambil KTP yang selesai diproses setelah verifikasi data pascabencana banjir.
Ia menjelaskan pengurusan KTP dilakukan karena seluruh dokumen penting hilang terbawa banjir, sementara identitas kependudukan sangat dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan pendataan serta pengajuan Huntara bagi warga terdampak bencana di Aceh.
Menurut Ahmad, kebutuhan dokumen tersebut bersifat mendesak karena pemerintah kelurahan menginformasikan tim verifikator segera turun melakukan pendataan rumah rusak dan korban banjir di wilayah terdampak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Ia mengapresiasi pelayanan Disdukcapil yang dinilainya cepat, mudah, dan profesional, tanpa prosedur berbelit, serta petugas melayani dengan sikap ramah dan memperhatikan kebutuhan warga terdampak bencana banjir.
Pengurusan dokumen, menurutnya, tidak hanya untuk huntara, tetapi juga pendataan warga terdampak bencana, sehingga seluruh kebutuhan administrasi kependudukan dapat terlayani selama masa darurat dan pemulihan pascabencana secara bertahap.
Sejumlah warga mengurus dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tamiang, Jumat (23/1/2026). ANTARA/HariantoBaca juga: IFRC pastikan ketersediaan air bersih bagi pengungsi di Aceh Tamiang
Ahmad menyebut proses pengajuan hingga KTP selesai hanya memakan waktu sekitar dua hari, karena sebelumnya telah dilakukan pendaftaran dan verifikasi data oleh petugas Disdukcapil setempat.
Ia baru mengurus dokumen karena keterbatasan kendaraan serta harus berbagi tugas membersihkan rumah rusak berat, sementara anggota keluarga lain tetap bertahan menjaga rumah dan lingkungan sekitar pascabencana banjir.
Saat ini Ahmad masih menumpang tinggal dekat keluarga mertua, sembari berharap proses pendataan berjalan lancar, bantuan segera tersalurkan, dan kondisi Aceh Tamiang pulih berangsur.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Aceh Tamiang Ahmad Yani menegaskan pihaknya melakukan percepatan pelayanan administrasi kependudukan kepada seluruh warga yang terdampak bencana.
"Kami memberikan pelayanan yang semudah mungkin. Kita ketahui bersama wilayah Kabupaten Aceh Tamiang merupakan daerah yang terparah," ujarnya.
Baca juga: TNI-BNPB kebut pengerjaan huntara bagi korban tanah bergerak Sumbar
Baca juga: Pemprov Lampung serahkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Aceh
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































