Jusuf Kalla kupas kemandirian pendidikan tinggi di Sidang MSA PTNBH

2 hours ago 2

Surabaya (ANTARA) - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla mengupas dampak kemandirian pendidikan tinggi terhadap penguatan sumber daya manusia nasional dalam Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTNBH) di Surabaya, Jumat.

Dalam forum itu, Jusuf Kalla menyampaikan materi bertajuk Aspek Ekonomi Makro terhadap Perkembangan Pendidikan Tinggi dan SDM Unggul yang menyoroti keterkaitan erat antara kondisi ekonomi makro dan tata kelola pendidikan tinggi.

Ia menegaskan stabilitas ekonomi merupakan fondasi penting bagi penguatan riset, inovasi, serta peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Pertumbuhan ekonomi yang stabil memungkinkan negara berinvestasi lebih besar pada pendidikan dan riset. Sebaliknya, pendidikan tinggi yang kuat akan melahirkan sumber daya manusia unggul yang mendorong pertumbuhan ekonomi itu sendiri,” ujar Jusuf Kalla di Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Selain itu, Jusuf Kalla mendorong perguruan tinggi agar adaptif terhadap perkembangan ekonomi global melalui penyesuaian kurikulum, penguatan riset terapan, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri serta perubahan teknologi.

“Perguruan tinggi harus mampu membaca arah perkembangan ekonomi global. Kurikulum, riset, dan inovasi harus adaptif terhadap kebutuhan industri dan perubahan teknologi. Jika tidak, kita akan tertinggal dalam persaingan,” ujarnya.


Sidang Paripurna MSA PTNBH menjadi ruang konsolidasi strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan ekonomi dan pendidikan tinggi dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global.

Baca juga: JK: 75 persen masjid di Indonesia perlu perbaikan sistem akustik

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |