Ekonom: Penciptaan lapangan kerja berkualitas harus jadi prioritas

1 hour ago 2
penciptaan tersebut perlu diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki daya serap besar dan kualitas pekerjaan yang lebih baik

Jakarta (ANTARA) - Ekonom dan peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menegaskan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas harus menjadi prioritas kebijakan pemerintah, menyusul rilis terbaru data ketenagakerjaan yang menunjukkan angka pengangguran yang masih relatif tinggi.

“Namun, penciptaan tersebut perlu diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki daya serap besar dan kualitas pekerjaan yang lebih baik,” kata Yusuf saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pada November 2025, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat sebanyak 7,35 juta orang, turun sekitar 109 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk yang termasuk kategori angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147,91 juta telah bekerja, sementara sisanya masih berstatus pengangguran.

Adapun, penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 85,35 juta orang (57,70 persen), sedangkan yang bekerja pada kegiatan formal sebanyak 62,57 juta orang (42,30 persen).

Menurut Yusuf, meski jumlah pengangguran menurun, kualitas penyerapan tenaga kerja belum membaik signifikan.

Hal ini tercermin dari masih besarnya proporsi pekerja di sektor informal yang umumnya memiliki upah lebih rendah, produktivitas terbatas, serta minim perlindungan sosial.

Ia menambahkan perlambatan pertumbuhan upah juga menjadi sinyal yang perlu diperhatikan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak pekerja baru terserap di sektor dengan upah relatif rendah, sehingga kualitas pasar kerja belum mengalami perbaikan berarti.

Selain memperkuat sektor manufaktur yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sektor jasa pariwisata juga dinilai memiliki potensi besar sebagai pelengkap.

“Di saat yang sama, pemerintah perlu memastikan penguatan keterampilan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan kedua sektor tersebut, serta menyelesaikan berbagai hambatan struktural yang menghambat investasi, produktivitas, dan ekspansi usaha,” tuturnya.

Dengan demikian, ia menambahkan penurunan pengangguran tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga diikuti oleh peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kerja.

Baca juga: Ekonom: Penguatan industri manufaktur kunci perbaikan pasar kerja

Baca juga: BPS catat pekerja RI capai 147,91 juta orang, pengangguran turun

Baca juga: Pengamat: Akses pekerjaan formal krusial untuk peningkatan daya beli

Baca juga: Pemkot Malang: Bursa Kerja tetap jalan di 2026 kurangi pengangguran

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |