Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung hasil proyek pengaspalan jalan di Dukuh Gendol, Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang menjadi komitmen pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur dasar di pedesaan.
“Sekarang jalannya sudah mulus dan baik. Masyarakat tentu merasa puas dan bersyukur,” kata Sekretaris Desa Mojokerto Surono saat memberikan keterangan terkait dampak positif dari perbaikan infrastruktur jalan tersebut, dikutip dari BPMI Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Kamis.
Fokus utama komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur dasar ini menyasar wilayah pedesaan untuk mendukung mobilitas warga.
Kondisi jalan di Dukuh Gendol tersebut sebelumnya dilaporkan dalam keadaan rusak parah dan tidak rata. Permukaan jalan yang bergelombang seringkali menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Surono menjelaskan bahwa warga desa sempat berupaya melakukan perbaikan secara mandiri sebelum adanya intervensi dari pemerintah pusat. Upaya swadaya tersebut menggunakan material yang terbatas, sehingga jalan yang mulus tidak bertahan lama.
“Awalnya hanya rabat beton hasil swadaya warga. Lama-kelamaan terkelupas, permukaannya tidak rata dan bergelombang,” ungkap Surono mengenai kondisi jalur transportasi tersebut sebelum dilakukan pengaspalan.
Melalui program pembangunan pemerintah, akses jalan yang semula rusak kini telah dilapisi aspal yang layak. Perubahan ini dinilai memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan memperlancar distribusi hasil bumi di wilayah Kedawung.
Kehadiran Wapres Gibran di lokasi proyek disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga Desa Mojokerto. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa mereka ingin bertemu langsung dengan Gibran yang merupakan orang nomor dua di Republik Indonesia.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































