Jakarta (ANTARA) - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang meninjau langsung permukiman padat penduduk di bantaran Rel Senen, Jakarta, Kamis sore, mengejutkan warga karena tidak diumumkan sebelumnya.
Dalam keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Kamis, setibanya di lokasi, Presiden turun dari kendaraan dan menyapa masyarakat. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mendekat untuk berjabat tangan serta menyampaikan aspirasi secara langsung.
Salah seorang warga, Nur Hanifah, mengaku terharu dapat bertemu langsung dengan Presiden. Ia mengatakan sempat meninggalkan aktivitas memasak di rumah setelah mengetahui kedatangan Kepala Negara.
"Tadi lagi masak kita di dapur jadi buru-buru keluar, ada Bapak Presiden, Bapak Presiden. Wah bapak saya, bapak ganteng, pas keluar cium tangan," tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nur Hanifah juga menyampaikan harapannya kepada Presiden agar bantuan dari pemerintah terus berjalan.
Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Yana turut berharap program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dapat terus berlanjut, serta dukungan bagi anak-anak seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diberikan.
"MBG, pokoknya biar anak sekolah itu bisa gini lagi lah, karena kita kan orang sini kan mayoritasnya pada di bawah garis itu lah ya. Biar berlanjut terus lah gitu, kalau pun ibu rumah tangga nih saya, ya buat anak-anak sekolah gitu," kata Yana.
Cerita haru juga datang dari Wawan, seorang pengamen badut, yang mengaku nyaris tak kuasa menahan emosi saat melihat langsung kedatangan Presiden di kawasan pemukimannya.
"Terharu lah, hampir mau nangis dengarnya. Orang baru pertama kali ini datang ke sini, kayaknya gimana gitu, senang hati," ucap Wawan.
Sementara itu, Cono, seorang pemulung yang juga merupakan warga di daerah tersebut mengaku sempat berbincang langsung dengan Presiden. Ia mengingat momen tersebut sebagai kejadian yang spontan dan tak terduga.
Kepada Presiden, Cono pun menyampaikan harapannya terkait keterbatasan tempat tinggal yang dialaminya beserta para warga sekitar.
"Kata Pak Prabowo, mau enggak dibikinin rumah susun? Saya bilang mau pak, karena saya nggak banyak tempat tinggal. Memang ini adanya," katanya.
Kehadiran Presiden Prabowo di Kelurahan Kramat bukan sekadar kunjungan, tetapi momen ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir langsung di tengah rakyat dengan menyapa, mendengar, dan merespons.
Di gang sempit yang biasanya sunyi dari perhatian, sore itu berubah menjadi ruang harapan dan tempat di mana rakyat merasa dilihat, didengar, dan diperhatikan oleh pemimpinnya.
Baca juga: Prabowo akan bangun hunian layak warga bantaran rel kereta api Senen
Baca juga: Prabowo tinjau bantaran rel Senen, siapkan hunian layak
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































