Korban kebakaran rumah di Tambora Jakbar dapat ganti rugi

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Korban kebakaran rumah yang diduga akibat kelalaian pabrik konveksi di Jalan Tanah Sereal 13, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, akhirnya mendapat biaya ganti rugi.

Ketua RT 10/RW 09 Tanah Sereal, Nanang, menyebut kesepakatan itu sudah dibahas sebelum Hari Raya Idul Fitri.

"Untuk waktunya kalau tidak salah kemarin itu beberapa hari sebelum hari Lebaran. Ada catatannya sih di pengurus saya. Tapi kami sudah konfirmasi semuanya ke Pak Lurah, sudah diserahkan," kata Nanang saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, total ada 29 rumah yang terdampak kebakaran di wilayah tersebut, yakni 18 rumah di RT 10 dan 11 rumah di RT 11.

Adapun pengajuan ganti rugi akan dilakukan secara terpisah oleh masing-masing pengurus RT dengan nominal sesuai tingkat kerusakan.

"Untuk nominal, mekanismenya begini. Kami masing-masing RT mengajukan sendiri-sendiri. Jadi nominalnya pun mungkin tidak sama, karena yang paling terdampak itu adalah RT 10," ujarnya.

Menurut Nanang, di RT 10 ada delapan rumah yang hangus total sementara 10 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan dan sedang. Dia pun memastikan pemberian biaya ganti rugi akan disesuaikan dengan kerusakan yang dialami.

Baca juga: Kebakaran hanguskan 14 rumah dan satu usaha konveksi di Tambora Jakbar

"Siapa yang paling terdampak parah, dalam hal ini misalkan yang hangus, pasti berbeda mendapatkan nominalnya dengan yang terdampak biasa seperti yang atapnya rusak atau mungkin temboknya sedikit rusak," jelasnya.

Selama masa pemenuhan ganti rugi dan perbaikan rumah, para warga harus mengungsi atau mengontrak rumah untuk sementara waktu.

Diketahui, sebanyak 29 rumah ludes akibat kebakaran di Jalan Tanah Sereal 13 RT 11/RW 09 Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat (13/3) dini hari.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Suheri mengatakan, informasi kebakaran diketahui warga sekitar pada pukul 02.30 WIB.

"Warga yang sedang bermain karambol melihat karyawan konveksi berlarian meminta pertolongan untuk mencoba memadamkan api yang membakar mesin konveksi di lantai satu," ujar Suheri.

Namun, kata Suheri, api tidak bisa dipadamkan dan semakin membesar hingga merambat ke lantai tiga melalui jalur pendistribusian kain antar lantai.

Api pun membesar hingga merambat ke bangunan lain. Petugas pemadam tiba di lokasi pada pukul 08.39 WIB dan langsung memulai operasi pemadaman.

Baca juga: 64 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di Tambora Jakbar

Baca juga: Wali Kota salurkan bantuan untuk korban kebakaran di Tambora

Pihaknya menerjunkan 31 unit berkekuatan 155 personel untuk memadamkan kebakaran yang melanda area seluas 1.000 meter persegi tersebut.

Akibat kebakaran tersebut, 58 kepala keluarga dengan 231 jiwa harus mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal. Selain itu, lima petugas dilaporkan terluka selama proses pemadaman.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |