Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat mengingatkan para atlet Indonesia agar memprioritaskan pencapaian prestasi ketimbang memikirkan bonus sebelum bersaing pada perhelatan Asian Games 2026.
"Yang pasti alhamdulillah, buat atlet, saya dulu juga pernah merasakan jadi atlet juga. Bonus itu datang, kalau kita ada prestasi," kata Taufik di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Taufik menanggapi janji Presiden RI Prabowo Subianto yang akan menggelontorkan bonus sebesar Rp3 miliar bagi setiap atlet peraih medali emas dalam kejuaraan multi-cabang olahraga tingkat Asia itu.
Dia mengharapkan seluruh atlet yang memperkuat Kontingen Indonesia mengubah pola pikir dan tidak menaruh fokus utama pada apresiasi finansial sebelum bertanding.
Baca juga: Menpora: Bonus Rp3 miliar untuk peraih emas perorangan Asian Games
Menurut Wamenpora, komitmen dan suntikan motivasi yang ditunjukkan oleh kepala negara harus menjadi lecutan semangat, serta tanggung jawab bagi seluruh anggota kontingen untuk mengharumkan nama bangsa.
Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu menilai apresiasi tinggi dari pemerintah memberi dorongan moral yang sangat besar bagi ratusan atlet pilihan yang dipercaya membawa nama Indonesia di tingkat Asia.
"Mudah-mudahan itu jadi satu motivasi, tanggung jawab juga," tutur Taufik.
Sementara, atlet angkat besi Eko Yuli Irawan menyambut positif kepastian apresiasi sebesar Rp3 miliar yang disiapkan pemerintah bagi para peraih medali emas. Eko Yuli menilai janji bonus tersebut sanggup memicu kembali motivasi dan semangat juang para lifter serta atlet dari cabang olahraga lainnya.
Baca juga: Prabowo janjikan bonus Rp3 miliar untuk peraih medali emas Asian Games
"Ya mudah-mudahan itu bisa buat penyemangat teman-teman semua, adik-adik semua ya. Saya juga bisa buat kenceng lagi semangatnya untuk bersaing dalam Asian Games nanti," kata Eko Yuli.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































