Jakarta (ANTARA) - Penggunaan vape belakangan kembali menjadi perhatian setelah aparat mengungkap peredaran rokok elektronik yang mengandung etomidate. Zat tersebut sebenarnya dikenal sebagai obat anestesi dalam dunia medis, tetapi ditemukan disalahgunakan melalui cairan vape.
Kasus peredaran vape yang mengandung etomidate mencuat di Indonesia sepanjang 2026. Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat telah menyita 8.276,15 mililiter etomidate dan 3.485 cartridge vape sepanjang tahun ini dari 26 kasus di sejumlah wilayah Indonesia.
Pada September 2026, polisi juga membongkar jaringan peredaran vape yang mengandung etomidate. Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengungkap jaringan yang melibatkan seorang warga negara China berinisial XC bersama dua warga Indonesia berinisial RR dan RN.
Lantas, apa sebenarnya etomidate dan apa bahayanya bagi tubuh jika digunakan melalui vape?
Apa itu etomidate?
Etomidate merupakan obat yang digunakan dalam dunia medis untuk membantu induksi anestesi umum. Obat ini diberikan melalui suntikan intravena dan penggunaannya dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih karena dapat memengaruhi kesadaran serta fungsi tubuh.
Dalam penggunaan medis, etomidate memiliki dosis dan tata cara pemberian yang terukur. Zat tersebut bukan obat yang diperuntukkan untuk digunakan melalui rokok elektronik atau vape.
Penggunaan etomidate melalui vape juga berbeda dengan pemberian dalam prosedur medis karena kandungan dan jumlah zat yang masuk ke tubuh melalui produk ilegal sulit diketahui secara pasti.
Baca juga: BPOM siap koordinasi guna usut kasus vape etomidate selebgram Jule
Bahaya etomidate dalam vape
1. Mengganggu pernapasan
Etomidate dapat memengaruhi sistem pernapasan. Dalam penggunaan medis, obat ini dapat menyebabkan hipoventilasi atau penurunan ventilasi, apnea atau berhentinya napas sementara, serta laringospasme yang dapat mengganggu jalan napas.
Risiko tersebut menjadi perhatian ketika etomidate digunakan melalui vape karena pengguna tidak mendapatkan pemantauan medis seperti pada prosedur anestesi.
2. Menurunkan kesadaran
Etomidate bekerja pada sistem saraf pusat dan memiliki efek anestesi. Dalam konteks medis, efek tersebut dimanfaatkan untuk membantu proses induksi anestesi umum. Namun, penggunaan di luar pengawasan medis dapat menyebabkan gangguan kesadaran yang tidak diinginkan.
Pengguna juga tidak dapat memastikan berapa banyak etomidate yang masuk ke tubuh melalui setiap hisapan vape ilegal.
3. Mengganggu fungsi kelenjar adrenal
Etomidate diketahui dapat menghambat produksi kortisol melalui pengaruhnya terhadap enzim pada kelenjar adrenal. Paparan berulang dapat menyebabkan penekanan fungsi adrenal dan mengganggu produksi hormon yang dibutuhkan tubuh.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penggunaan etomidate di luar kebutuhan medis, terlebih apabila paparan terjadi berulang.
4. Dapat menyebabkan gangguan elektrolit
Penggunaan vape yang mengandung etomidate juga telah dikaitkan dengan gangguan kadar elektrolit dalam tubuh. Salah satu laporan medis menemukan kasus hipokalemia atau kadar kalium yang sangat rendah pada pengguna vape yang mengandung etomidate.
Kadar kalium yang terlalu rendah dapat memengaruhi fungsi otot dan berbagai sistem tubuh sehingga membutuhkan penanganan medis.
5. Risiko gangguan kardiovaskular
Pada kondisi paparan berlebihan, etomidate dapat menimbulkan efek yang lebih berat terhadap tubuh. Kajian mengenai zat tersebut mencatat adanya risiko hipotensi dan gangguan pada sistem pernapasan serta kardiovaskular.
Risiko semakin sulit diperkirakan apabila zat tersebut digunakan melalui produk vape ilegal karena konsentrasi dan kandungannya tidak berada dalam pengawasan penggunaan obat secara medis.
Baca juga: Polres Jakbar ungkap peredaran narkoba etomidate di Kelapa Gading
Etomidate dalam vape jadi perhatian pemerintah
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Juni 2026 telah mengingatkan masyarakat mengenai perkembangan narkoba jenis baru, termasuk penggunaan vape sebagai media penyalahgunaan zat berbahaya. BPOM menyebut produk yang tampak biasa dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyelundupan maupun penyalahgunaan zat berbahaya.
Pengawasan terhadap vape yang mengandung zat berbahaya juga terus dilakukan bersama sejumlah lembaga. Pada September 2026, BPOM menyatakan siap membantu kepolisian, termasuk melalui pengujian kandungan etomidate dan pemberian keterangan ahli apabila diperlukan.
Temuan peredaran vape berisi etomidate menunjukkan bahwa zat yang seharusnya digunakan dalam konteks medis dapat disalahgunakan melalui produk rokok elektronik. Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai cairan atau cartridge vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya.
Etomidate bukan zat yang diperuntukkan untuk digunakan melalui vape. Penggunaan tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan risiko terhadap kesadaran, pernapasan, fungsi adrenal, hingga kondisi tubuh secara keseluruhan.
Baca juga: Pakar nilai pengawasan atas rantai pasok "etomidate" perlu diperketat
Baca juga: Dampak zat "etomidate", dari tremor hingga kematian
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































