Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meminta kepada para lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) agar mampu menaklukkan industri global.
"Saya berharap, ketika kembali ke tanah air nanti, kontribusi dan pengalaman internasional yang saudara-saudara dapatkan dapat dipersembahkan demi kemajuan negeri tercinta ini," ujar dia dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan hal tersebut untuk memberi motivasi kepada para lulusan LKP se-Provinsi Bali yang dilepas pada Selasa (27/1).
Ia optimistis wawasan dan inovasi yang didapatkan di mancanegara akan menjadi modal berharga bagi kemajuan bangsa.
Lebih dari seribu murid resmi dilepas untuk memulai karier profesional di Amerika Serikat, Jepang, Turki, hingga berbagai negara di Eropa. Kegiatan itu bukan sekadar seremoni keberangkatan, melainkan bukti nyata transformasi pendidikan nonformal di bawah naungan Kemendikdasmen dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Penanggung Jawab LKP Overseas Training Center (OTC) Bali I Wayan Rediyasa mengatakan pencapaian ini buah dari konsistensi lembaga dalam mendidik para murid agar kompetensinya sejalan dengan kebutuhan industri.
Baca juga: Kemendikbud perkuat pendidikan karakter peserta kursus dan pelatihan
Ia menekankan keberhasilan para lulusan dari berbagai LKP di Bali ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Fokus kami di bidang perhotelan dan tiap tahun rutin melatih peserta didik dengan kebutuhan industri. Tahun lalu, kami mengirim 3.000 lulusan ke luar negeri. Tahun ini terdapat 1.000 lulusan yang berkarier ke luar negeri untuk batch pertama," kata dia.
Direktur LKP OTC Denpasar Ngakan Putu Perwita menambahkan kunci keberhasilan penyerapan tenaga kerja ini terletak pada struktur program yang intensif.
Selama satu tahun, para murid menjalani enam bulan pembelajaran teori di kampus dan enam bulan praktik kerja nyata atau magang.
Strategi ini terbukti efektif karena banyak murid yang langsung mendapatkan tawaran posisi permanen oleh perusahaan bahkan sebelum masa magang mereka selesai.
"Kualitas kinerja mereka dianggap sebagai latihan terbaik oleh industri. Jurusan kuliner dan tata graha (housekeeping) saat ini menjadi yang paling diminati, baik untuk penempatan di hotel berbintang maupun kapal pesiar mewah," ujarnya.
Kisah inspiratif datang dari Ni Komang Sinta Ami, lulusan jurusan kuliner dari OTC Klungkung. Gadis yang mengambil program Diploma 2 ini akan segera berangkat pada Maret 2026. Bagi Sinta, beralih dari jurusan front office saat SMK ke bidang kuliner di LKP tantangan besar yang mengubah hidupnya.
Selama pelatihan, ia digembleng melalui teori dan praktik intensif demi mengasah hobinya memasak menjadi keahlian profesional.
"Dunia dapur itu keras, butuh mental dan fisik yang kuat. Kita tidak boleh bawa perasaan atau terlalu sensitif. Motto saya hanya satu: siap tidak siap, harus siap," ujarnya.
Ia mengaku terbantu oleh pelatihan di OTC yang memberikan keberanian untuk keluar dari zona nyaman.
Bagi Leo, lulusan LKP Taruna Samudra, kesempatan bekerja di mancanegara telah mewujudkan mimpi yang telah lama ia rawat.
Pemuda yang dijadwalkan berangkat ke Turki pada Februari 2026 untuk bekerja di sektor perhotelan ini mengakui bahwa menempuh pendidikan di LKP merupakan langkah strategis untuk meraih cita-citanya tersebut.
"Bergabung dengan LKP adalah cara saya mengejar mimpi. Manfaat paling nyata yang saya rasakan adalah pelatihan pariwisata yang lebih mendalam, serta kepemilikan sertifikat dan akses legal untuk bekerja di luar negeri," ujar Leo.
Baca juga: Kemendikdasmen apresiasi kontribusi LKP dukung pendidikan vokasi
Baca juga: Kemendikdasmen pamerkan panen karya inovasi guru SMK-instruktur LKP
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































