Jakarta (ANTARA) - Maurizio Sarri resmi meninggalkan posisinya sebagai pelatih kepala Lazio setelah kedua pihak sepakat mengakhiri kerja sama hanya satu musim setelah pelatih asal Italia tersebut kembali ke klub Serie A itu.
"S.S. Lazio mengumumkan bahwa telah tercapai kesepakatan bersama untuk mengakhiri kontrak pelatih Maurizio Sarri beserta staf kepelatihannya," demikian pernyataan klub melalui situs resmi pada Rabu (27/5).
Lazio juga mengunggah video penghormatan di media sosial X dengan pesan singkat, "Terima kasih untuk segalanya, Komandan."
Pelatih berusia 67 tahun itu kembali menangani Lazio untuk periode kedua pada musim panas tahun lalu. Sebelumnya, Sarri sempat membesut klub ibu kota Italia tersebut selama tiga musim sejak 2021 hingga 2024.
Namun, musim 2025/26 berjalan jauh dari harapan. Lazio hanya mampu finis di peringkat kesembilan Serie A dan gagal meraih trofi setelah kalah 0-2 dari Inter Milan pada final Coppa Italia.
Baca juga: Dari kanan ke utara, kisah mesra ultras Lazio dan Inter Milan
Sarri pertama kali bergabung dengan Lazio pada Juni 2021 dan sempat membawa klub tampil impresif. Puncaknya terjadi pada musim 2022/23, ketika Lazio finis di posisi kedua Serie A, capaian terbaik mereka sejak menjuarai Liga Italia pada musim 1999/2000.
Meski demikian, perjalanan Sarri bersama Lazio tidak selalu mulus. Dia sempat mengundurkan diri pada 2024 setelah tim mengalami lima kekalahan dalam enam pertandingan di semua kompetisi.
Kepulangannya musim lalu diharapkan mampu mengangkat performa tim, tetapi hasil akhir tidak sesuai ekspektasi.
Media Italia melaporkan Sarri berpeluang segera melanjutkan kariernya bersama Atalanta, yang saat ini masih ditangani Raffaele Palladino.
Sementara itu, mantan pelatih tim nasional Italia Gennaro Gattuso disebut menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Sarri di kursi pelatih Lazio.
Baca juga: Maurizio Sarri dikabarkan mengundurkan diri sebagai pelatih Lazio
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































