Wamendagri apresiasi sistem pompa Surabaya

2 weeks ago 5
Salah satu yang patut dicontoh adalah sistem pompa air Surabaya yang terintegrasi dengan mechanical screen untuk pengelolaan sampah

Surabaya (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto mengapresiasi sistem pompa yang ada di Kota Surabaya guna mengantisipasi terjadinya banjir di kota setempat.

Ia mengatakan, saat ini seluruh pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem yang tidak cukup dijawab dengan kesiapsiagaan semata, melainkan juga membutuhkan terobosan dan inovasi.

Ia mengaku mendengar bahwa Surabaya memiliki sistem pompa air yang efektif, sehingga kawasan pusat kota nyaris terbebas dari genangan meski hujan deras kerap turun.

“Hari ini, pemerintah daerah dituntut bukan hanya siaga, tetapi juga inovatif menghadapi potensi banjir akibat cuaca ekstrem. Saya mendengar Surabaya memiliki sistem pompa air yang mampu mengurangi genangan secara signifikan, bahkan di pusat kota persoalan banjir hampir tidak ada lagi,” ujar Bima Arya di sela peninjauan rumah pompa Darmo Kali Surabaya, Kamis.

Baca juga: Forkopimko Jakut tinjau rumah pompa pastikan kesiapan hadapi banjir

Ia mengatakan, telah meminta waktu khusus kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk mempelajari sistem tersebut secara lebih mendalam. Menurutnya, praktik baik yang dilakukan Surabaya berpotensi menjadi inspirasi bagi daerah lain, mengingat penanganan banjir harus dipikirkan secara komprehensif dari hulu hingga hilir.

Wamendagri juga menuturkan upaya rekayasa cuaca yang saat ini dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk di Jawa Timur. Meski dinilai efektif, metode tersebut membutuhkan biaya besar dan lebih relevan diterapkan di level provinsi.

Oleh karena itu, ia menilai pemerintah kota dan kabupaten perlu mengembangkan solusi alternatif yang lebih berkelanjutan.

“Salah satu yang patut dicontoh adalah sistem pompa air Surabaya yang terintegrasi dengan mechanical screen untuk pengelolaan sampah. Inovasi ini menarik untuk dikaji, apakah bisa direplikasi atau dimodifikasi sesuai karakter dan kebutuhan daerah lain,” tuturnya.

Baca juga: Warga Rawa Buaya Jakbar minta penambahan kapasitas rumah pompa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa ketertarikan Wamendagri Bima Arya muncul karena perubahan signifikan di sejumlah titik yang sebelumnya langganan banjir.

Ia mencontohkan, kawasan Jalan Ahmad Yani depan Rumah Sakit Islam, Monumen Bambu Runcing, kawasan Jalan Kayoon, depan Gedung Grahadi, hingga sekitar Patung Joko Dolog yang kini tidak lagi tergenang saat hujan.

“Beliau heran, hujan deras berkali-kali tapi di pusat kota tidak ada genangan. Saya jelaskan bahwa itu hasil dari sistem pompa dan drainase yang dibangun dan dijalankan secara terintegrasi. Alhamdulillah, sampai sekarang berjalan dengan baik,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Ia menambahkan, penanganan banjir di Surabaya belum berhenti. Sejumlah wilayah lain masih terus dikerjakan dan disempurnakan, seperti Ketintang, Gayungan, dan Margorejo. Bahkan kawasan Dukuh Kupang yang selama lebih dari 50 tahun dikenal rawan banjir, kini telah terbebas dari genangan.

“Dukuh Kupang sekarang tidak banjir sama sekali. Dulu airnya bisa sampai leher. Ini yang membuat Pak Wamen tertarik dan ingin melihat langsung serta bertanya kepada warga,” ucapnya.

Baca juga: Wali Kota Jakbar pastikan alat penanganan banjir berfungsi baik

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |