Rinjani menyulam langkah wisatawan

1 hour ago 4
Keberlanjutan wisata Rinjani membutuhkan kolaborasi mulai dari pemerintah, pengelola, masyarakat lokal, dan wisatawan harus berada dalam satu kesadaran.

Mataram (ANTARA) - Kaki Gunung Rinjani di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), setiap musim libur selalu menjadi magnet bagi wisatawan domestik.

Saat libur Lebaran 2026 misalnya, kawasan ini dipadati pengunjung yang datang dari Jakarta, Bali, Sumbawa, hingga daerah lokal. Sejak tanggal 21 Maret, penginapan dan destinasi favorit seperti Bukit Pergasingan dan Bukit Anak Dara telah terisi penuh, bahkan sebagian penginapan mencatat full booked selama satu minggu.

Fenomena ini bukan hanya menunjukkan kerinduan masyarakat untuk menikmati liburan alam, tetapi juga menegaskan posisi Sembalun sebagai destinasi unggulan di NTB.

Kehadiran wisatawan tidak hanya sekadar angka statistik. Para pelaku usaha setempat menyebut bahwa lonjakan kunjungan berdampak signifikan terhadap perekonomian lokal.

Paket penginapan yang ditawarkan mulai Rp250.000 hingga Rp550.000, ditambah rencana pengembangan restoran dengan menu khas lokal, turut menambah daya tarik Sembalun sebagai destinasi keluarga.

Namun, lonjakan wisatawan juga menghadirkan tantangan nyata, terutama dari sisi keselamatan dan infrastruktur. Jalanan yang ramai dilintasi skuter dan sepeda listrik, misalnya, masih minim penerangan.

Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata harus selaras dengan penataan fisik wilayah agar pengalaman wisatawan tetap nyaman dan aman.

Menariknya, meski kunjungan domestik meningkat tajam, segmen wisatawan mancanegara menurun. Konflik global, seperti eskalasi ketegangan Timur Tengah, memengaruhi minat turis asing.

Hal ini membuka peluang bagi pengelola lokal untuk lebih fokus pada pasar domestik dan penguatan pengalaman wisata berbasis komunitas. Misalnya, pengembangan wahana keluarga, kereta gantung, dan fasilitas bermain anak bisa menjadi diferensiasi yang tidak hanya meningkatkan kepuasan wisatawan, tetapi juga mendorong loyalitas kunjungan di masa mendatang.

Baca juga: Geopark Rinjani usul pembangunan "shelter" sampah di Gunung Rinjani

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |