Wamen UMKM: Penguatan kewirausahaan kunci hadapi puncak demografi 2030

4 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Moraza menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan menjadi strategi penting dalam menghadapi puncak bonus demografi Indonesia pada 2030 sekaligus menjawab tantangan ekonomi ke depan.

“Kewirausahaan bagi generasi muda harus terus didorong untuk memperkuat perekonomian nasional sehingga Indonesia siap menghadapi lonjakan bonus demografi,” ujar Helvi dalam keterangan pers di Jakarta, Senin.

Saat menghadiri Dialog Menuju Kesejahteraan Antargenerasi yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Senin, Helvi menjelaskan UMKM berkontribusi hingga 63 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Penguatan kewirausahaan diyakini mampu mendorong peningkatan pendapatan per kapita, dari sekitar 5.083,4 dolar AS pada 2025 menjadi 7.400–8.240 dolar AS pada 2029, hingga mencapai 23.000–30.300 dolar AS pada 2045.

Namun, ia mengakui tantangan masih besar. Sebanyak 99 persen UMKM masih berada pada skala mikro, sementara rasio akses pembiayaan formal baru sekitar 19,4 persen dari total kredit perbankan.

Keterbatasan akses pasar, kemitraan global, kapasitas usaha, pemanfaatan teknologi, serta pemenuhan standardisasi juga menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diatasi.

“Oleh karena itu, pengembangan kewirausahaan generasi muda perlu didukung tidak hanya dari sisi semangat, tetapi juga melalui penguatan ekosistem yang inklusif, produktif, dan berdaya saing,” kata Helvi.

Ia menambahkan penguatan kewirausahaan juga menjadi bagian dari penciptaan lapangan kerja yang lebih luas.

Ia menyampaikan Indonesia diperkirakan membutuhkan sekitar 198,3 juta pekerjaan layak pada 2045. Upaya peningkatan rasio kewirausahaan menjadi 3,29 persen pada 2025, kata dia, telah berkontribusi terhadap penciptaan sekitar 52,5 juta peluang kerja.

Target tersebut diyakini dapat tercapai apabila rasio kewirausahaan meningkat menjadi 3,60 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045.

Untuk mencapai target, Helvi menekankan perlunya ekosistem kewirausahaan terintegrasi melalui penguatan kebijakan nasional, perluasan akses pembiayaan, peningkatan inkubator bisnis, penguatan inovasi dan teknologi, serta akselerasi transformasi digital.

Integrasi program kewirausahaan ke dalam instrumen kebijakan pemerintah juga menjadi langkah penting untuk memastikan kesinambungan pembangunan.

“Langkah-langkah strategis ini sangat relevan dalam memperkuat arah pembangunan Indonesia, khususnya dalam memanfaatkan momentum bonus demografi sekaligus membangun jiwa kewirausahaan masyarakat,” ujar dia.

Lebih lanjut, Helvi menekankan bahwa pembangunan kewirausahaan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.

Ekosistem yang kuat hanya dapat terwujud melalui kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan generasi muda sebagai aktor utama.

Ia mengatakan Kementerian UMKM terus memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan, termasuk dengan sivitas akademika, untuk menumbuhkan wirausaha produktif yang siap bekerja, berani mengambil peluang, adaptif terhadap perubahan, dan terus berinovasi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis seperti Entrepreneur Hub, Kartu Usaha Produktif, serta program Transformasi Usaha.

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |