Jakarta (ANTARA) - Tumpukan sampah di kawasan Rusunawa Angke, Tambora, Jakarta Barat, diketahui sempat merobohkan dinding sebuah warung milik pedagang sayur di lokasi tersebut.
Pemilik warung bernama Masruroh (67) mengatakan sampah yang menggunung setinggi atap warungnya beberapa waktu lalu itu semakin berat akibat banyaknya sampah basah.
"Sampai tembok saya itu bruk, roboh karena menampung sampah itu. Sampahnya sampai ke atas (menumpuk)," kata Masruroh kepada wartawan di lokasi, Senin.
Meskipun sebagian besar sampah itu telah diangkut oleh petugas kebersihan, dia menyebutkan warga sekitar telah lama membuang sampah di samping warungnya.
“Dulu, orang tidak buang sampah di sini. Sekarang, dari mana-mana, baunya juga parah, dan sampahnya sampai berbulan-bulan tidak diangkut," ucap Masruroh.
Kendati demikian, dia mengaku tidak punya pilihan selain bertahan karena anak-anaknya sampai dengan saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.
Dia tetap menjajakan sayurannya meski hanya berjarak beberapa jengkal dari tumpukan sampah yang dipenuhi belatung dan air lindi yang mengalir ke mana-mana.
"Kadang juga ada belatung yang keluar, tapi, ya, saya mau gimana lagi, anak masih belum pada mapan, kadang kerja kadang enggak. Jadi, saya dagang, tidurnya pun kadang di sini," ujar Masruroh.
Baca juga: Gubernur DKI perintahkan pasar Jakarta lebih bersih, soroti sampah di Kramat Jati
Pada usianya yang sudah memasuki 67 tahun, dia berharap ada pengawasan yang lebih ketat terhadap kebersihan serta peningkatan kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya.
"Pengennya saya, mah, bersih. Siapa pun yang mengatur, yang penting saya maunya bersih dan aman," ungkap Masruroh.
Pantauan di lokasi pada Senin sore, sampah yang sebelumnya memenuhi lorong antarbangunan di kawasan tersebut mulai terlihat bersih setelah petugas melakukan pengangkutan.
Kendati demikian, sisa-sisa limbah domestik masih terlihat berserakan di sejumlah titik di kawasan Rusunawa Angke.
Bau menyengat pun masih tercium cukup kuat karena sampah tersebut telah mengendap dalam waktu yang cukup lama.
Baca juga: Masalah banjir dan sampah jadi fokus utama Musrenbang di Jakbar
Baca juga: DLH DKI tutup permanen TPS liar di sejumlah titik
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































