Sudin LH Jakbar angkut 35 ton sampah dari kawasan Rusun Angke

3 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat (Jakbar) mengangkut sebanyak 35 ton sampah dari kawasan Rusunawa Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Sebelumnya, kondisi sampah di kawasan tersebut sempat viral di media sosial.

Kepala Sudin LH Jakbar Achmad Hariadi mengatakan pihaknya menerjunkan dua unit truk berkapasitas besar, satu unit truk kecil dan dua unit truk compactor untuk mengangkut sampah dari kawasan tersebut.

"Kita sudah lakukan pengangkutan. Kalau, ya, 20 ton rit pertama, ditambah 15 ton rit kedua, jadi ada 35 ton," kata Hariadi saat dihubungi ANTARA, Senin malam.

Menurut dia, tumpukan sampah di kawasan itu terjadi lantaran warga di lingkungan dekat area blok tersebut tidak memiliki tempat penampungan sementara (TPS) sendiri.

"Warga kan tidak ada TPS sendiri. Nah, mereka juga ikut buang ke sana, sehingga menambah volume-volume sampah di TPS area blok," ujar Hariadi.

Baca juga: Tumpukan sampah di Rusun Angke disebut sempat robohkan dinding warung

Menindaklanjuti kejadian itu, pihaknya menggelar workshop pilah sampah kepada warga rumah susun Rusun Angke di lingkungan RW 11, Angke, Tambora, pada Senin, untuk menekan produksi sampah yang dihasilkan.

Hariadi mengatakan dalam workshop tersebut, pihaknya menghadirkan seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder untuk memberikan pemahaman dan cara memilah sampah.

"Kami menghadirkan semua stakeholder, seperti pengurus RT, RW, LMK (Lembaga Musyawarah Kelurahan), PKK RW, Dasawisma, Jumantik, petugas gerobak RW dan petugas kebersihan, karena masalah sampah ini tanggung jawab bersama," tutur Hariadi.

Selama ini, kata dia, masyarakat tidak bijak dalam mengelola sampah, dan hanya membuang sampah ke TPS.

"Akibat warga rusun tidak bijak dalam kelola sampah, sampah hanya dibuang saja, sehingga menumpuk di TPS Rusun Angke," ungkap Hariadi.

Dalam workshop pilah sampah, lanjut dia, para penghuni Rusun Angke, khususnya petugas kebersihan, diajarkan untuk memilah sampah organik dan anorganik.

"Workshop pilah sampah ini menyasar setiap RW di Jakarta Barat, sehingga nantinya kami upayakan dalam satu atau dua minggu sekali, ada kegiatan gerebek pilah sampah," pungkas Hariadi.

Baca juga: Masalah banjir dan sampah jadi fokus utama Musrenbang di Jakbar

Baca juga: DLH DKI tutup permanen TPS liar di sejumlah titik

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |