Upaya pemkot jadikan Surabaya bebas banjir

2 weeks ago 12

Surabaya (ANTARA) - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan, awal tahun 2026,cuaca di Jawa Timur memasuki puncak musim hujan. Masyarakat diminta mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologis, seperti banjir bandang, kekeringan, tanah longsor, angin puting beliung, dan kerusakan ekosistem.

Menyikapi kondisi itu, Pemerintah Kota Surabaya tidak hanya fokus pada program penanggulangan kemiskinan, pendidikan, hingga peningkatan perekonomian masyarakat. Pembangunan infrastruktur dasar, seperti perbaikan jalan dan penanggulangan banjir yang memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, juga menjadi prioritas, terutama saat musim hujan ini.

Pembangunan infrastruktur, termasuk pengendalian banjir dan perbaikan jalan, masuk dalam daftar program prioritas Pemkot Surabaya pada 2026. Kebijakan tersebut selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Surabaya 2021-2026.

"Pemerintah kota punya semangat bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Sehingga, anggaran kami didukung oleh dewan. Dari sekian titik, banjirnya berkurang menjadi berapa titik. Kami berharap, masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah," kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Rumah pompa

Pemkot Surabaya telah menuntaskan berbagai program penanganan banjir dan perbaikan jalan melalui sejumlah langkah strategis, di antaranya pengadaan lima rumah pompa baru, pembangunan drainase di 233 titik, serta pengaspalan jalan di 24 lokasi, dengan total panjang mencapai 10.285,83 meter.

Kelima rumah pompa yang dibangun, masing-masing memiliki kapasitas 3,5 meter kubik per detik. Lokasinya tersebar di Jalan Dukuh Menanggal (Gayungan), Jalan Karah Agung (Jambangan), Jalan Ketintang Madya (Gayungan), Jalan Margorejo Indah (Wonocolo), dan Jalan Amir Mahmud (Gunung Anyar).

Pengendalian genangan di Surabaya tidak cukup hanya mengandalkan berfungsinya saluran air. Keberadaan rumah pompa dinilai krusial untuk mempercepat aliran air dari daratan menuju laut, saat terjadi banjir atau genangan.

Sementara pembangunan drainase di 233 lokasi, total panjang mencapai 56.365 meter atau sekitar 56,36 kilometer. Sejumlah ruas yang telah dikerjakan, antara lain Saluran Jalan Karah sisi barat sepanjang 1.096 meter, Jalan Raya Kedung sisi barat RW 3 sepanjang 883 meter, Jalan Raya Pagesangan sepanjang 630 meter, Outlet Raya Sambikerep sepanjang 850 meter, serta Siwalankerto Timur sisi timur sepanjang 900 meter.

Pembangunan saluran juga telah diselesaikan di Diversi Taman Cahaya-Jalan Raya Pakal sepanjang 425 meter, Saluran Jalan Gayungsari Barat X sepanjang 1.102 meter, Lebak Permai III sepanjang 528 meter, Tambak Wedi Jaya III sepanjang 940 meter, serta Jalan Jemursari II sepanjang 570,90 meter. Berbagai upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan jumlah titik genangan, hingga 38 lokasi.

Lebih dari itu, Pemkot Surabaya juga mempercepat penyelesaian proyek-proyek drainase di sejumlah kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir. Sebagai contoh, kawasan Pakal yang puluhan tahun kerap terendam banjir, kini lebih aman, setelah sistem drainase dibenahi. Untuk tahun mendatang, Pemkot Surabaya akan memprioritaskan pembangunan drainase di wilayah Sukomanunggal.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya mencatat sepanjang 2025 terdapat ratusan proyek saluran air yang dikerjakan di berbagai wilayah.

Sebagian besar proyek tersebut berupa pembangunan saluran baru maupun pelebaran saluran lama. Dengan peningkatan kapasitas dan konektivitas ke rumah pompa, genangan air dapat ditekan selama musim hujan.

Persoalan sampah yang kerap menyumbat aliran air menjadi tantangan utama dalam penanganan genangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Surabaya menyiagakan satuan tugas (satgas) serta petugas rumah pompa selama 24 jam.

Saat ini, Kota Surabaya memiliki total 81 rumah pompa, dengan lima unit, di antaranya dibangun pada 2025. Jumlah petugas di setiap rumah pompa bervariasi, antara 4 hingga 8 orang, tergantung pada karakteristik dan ukuran pompa.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Fathoni menegaskan pengendalian banjir masih menjadi pekerjaan rumah besar yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat, meskipun sejumlah titik genangan, kini telah berkurang.

"Kota Surabaya ini memang belum selesai di tahun 2025 dan itu masih akan direncanakan hingga tahun 2026. Baik pengendalian banjir di kawasan permukiman melalui u-ditch yang akan dibangun tahun depan maupun saluran-saluran besar, termasuk rumah-rumah pompa," ujar Fathoni.

Ia menilai kondisi geografis Surabaya yang berada di wilayah cekungan menjadi tantangan tersendiri. Aliran air dari daerah dataran tinggi, seperti Malang dan Sungai Brantas, bermuara ke Surabaya, ditambah potensi pasang air laut yang selama ini kerap diperingatkan BMKG.

Meski demikian, Fathoni mengapresiasi upaya Pemkot Surabaya dalam memperbaiki kondisi di sejumlah kawasan yang sebelumnya rutin terdampak banjir. Program pengendalian banjir yang dijalankan Pemkot Surabaya, telah banyak menunjukkan hasil positif.

DPRD bersama Pemkot Surabaya juga telah menyusun skema pembiayaan alternatif agar pembangunan infrastruktur tidak terhenti akibat keterbatasan anggaran.

Siagakan damkar

Apa hubungannya kendaraan pemadam kebakaran (damkar) dengan banjir? Kendaraan pemadam ini digunakan sebagai cara efektif dalam menangani banjir di Surabaya secara sporadis dan cepat.

Kemampuannya menyedot air dan lebih fleksibel menjadi salah satu alternatif yang digunakan oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam menangani permasalahan banjir yang terjadi setiap tahun.

Saat ini, langkah darurat dilakukan dengan mengerahkan kendaraan berkemampuan khusus untuk penyedotan genangan milik dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (DPKP) yang didukung armada dinas lingkungan hidup (DLH).

Percepatan penanganan banjir dilakukan dengan mengerahkan kekuatan maksimal armada dan personel. Dari total 97 unit kendaraan yang dimiliki DPKP Surabaya, mulai dari roda dua, hingga roda 16, dengan berbagai spesifikasi, sebanyak 30 unit memiliki kemampuan khusus untuk menyedot genangan air.

Untuk mendukung operasional, DPKP Surabaya mengerahkan sekitar 150 hingga 180 personel. Para petugas bekerja, tanpa henti, sejak sore, hingga malam. Mereka berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, setelah genangan dinyatakan surut. Seluruh pergerakan armada dari 23 pos pemadam kebakaran dikendalikan secara terpusat melalui Command Center (CC) 112.

Kerja bersama

Sejak 2021, Surabaya tercatat memiliki sekitar 350 titik rawan banjir. Hingga saat ini, sekitar 100 titik telah diselesaikan, sementara 250 titik lainnya masih menjadi pekerjaan rumah. Penanganan dilakukan secara bertahap dan berbasis kawasan, termasuk di Jalan Jemursari yang penanganannya melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena salurannya merupakan saluran alam, dengan bentang cukup panjang.

"Pemkot Surabaya juga menggandeng Pemprov Jatim dan Kementerian PUPR, khususnya untuk pembangunan dan perbaikan saluran di Jalan Jemursari serta jalur menuju Gresik, yang hingga kini belum memiliki saluran di sisi kanan dan kiri jalan," kata Eri Cahyadi.

Permasalahan banjir di Surabaya bukan semata soal anggaran, tetapi juga disebabkan saluran yang tertutup dan ketidaktertiban pembangunan drainase, selama puluhan tahun. Banjir tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga oleh minimnya saluran di depan bangunan, di mana ukuran saluran untuk rumah tinggal dan rumah usaha pun berbeda.

Karena itu, Pemkot Surabaya mengeluarkan kebijakan bahwa setiap izin bangunan baru, wajib dilengkapi drainase. Jika kewajiban itu tidak dipenuhi, maka izin tidak akan diterbitkan sebagai langkah pencegahan agar persoalan banjir tidak terus berulang.

Berbagai upaya Pemkot Surabaya itu, baik lewat kebijakan atau regulasi maupun program nyata, menunjukkan wujud hadirnya negara untuk memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi warga. Meskipun demikian, pemerintah kota tidak bisa bekerja sendirian. Warga juga harus hadir memberikan dukungan terhadap semua upaya negara untuk mewujudkan rasa nyaman dan aman bagi warga.

Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |