Universitas Pertamina-PII jalin kerja sama wujudkan reindustrialisasi

4 hours ago 1
“Indonesia memiliki sumber daya alam, namun kunci utama keberlanjutan ada pada kualitas manusianya. Dalam hal ini, Universitas Pertamina memegang kunci keberlanjutan,”

Jakarta (ANTARA) - Universitas Pertamina dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menjalin kerja sama setelah menandatangani nota kesepahaman atau MoU untuk mewujudkan reindustrialisasi.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Alyosius Mantiri saat menghadiri kerja sama tersebut mengingatkan bahwa masa depan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.

“Indonesia memiliki sumber daya alam, namun kunci utama keberlanjutan ada pada kualitas manusianya. Dalam hal ini, Universitas Pertamina memegang kunci keberlanjutan,” ujar Simon dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Terlebih, kata dia, Universitas Pertamina memiliki poin pembeda dengan kampus lain, yakni kedekatan dengan ekosistem industri hingga program magang. Dengan demikian, mahasiswa dapat memahami realitas dunia kerja industri dengan lebih baik.

Sementara itu, Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie mengatakan MoU tersebut merupakan awal kerja sama pihaknya dengan universitas di bawah naungan Pertamina.

Menurut dia, kerja sama tersebut menjadi upaya strategis dalam rangka reindustrialisasi Indonesia.

“Kami, PII, punya program utama reindustrialisasi. Jadi, ini upaya strategis dalam rangka reindustrialisasi Indonesia,” ujar Ilham.

Lebih lanjut dia mengatakan upaya reindustrialisasi bersama Universitas Pertamina tersebut dapat berupa program studi profesi insinyur untuk memperbanyak insinyur profesional yang aktif mengisi di berbagai industri.

Selain itu, dia mengatakan kerja sama tersebut dapat berupa penerbitan jurnal ilmiah.

Baca juga: BPH Migas ajak generasi muda pahami tata kelola energi nasional

Baca juga: PHE bangun inovasi mahasiswa berkontribusi dalam energi berkelanjutan

Baca juga: Pemkab Natuna gelar seleksi untuk beasiswa S1 di Universitas Pertamina

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |