Umur 61 tahun, Tatok konsisten sumbang medali untuk Indonesia

1 week ago 20
Medali perunggunya ya harus saya syukuri walaupun biasanya saya dapat menyabet emas

Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Atlet para tenis meja Indonesia Tatok Hardiyanto telah konsisten menyumbang medali untuk Indonesia dalam ASEAN Para Games (APG), meski kini sudah berumur lebih dari 61 tahun.

Prestasi itu terbukti dalam edisi Thailand, melalui perolehan medali perunggu dalam nomor TT5 (kursi roda).

"Medali perunggunya ya harus saya syukuri walaupun biasanya saya dapat menyabet emas," kata Tatok, di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima, Sabtu.

Baca juga: Anak Medan menggetarkan matras para judo APG 2025

Dalam nomor tersebut, dia harus mengakhiri langkahnya setelah di semifinal kalah dari wakil tuan rumah Thailand, Norakan Chanphaka, dengan skor 0-3 (2-11, 7-11, 10-12), sehingga otomatis meraih medali perunggu.

Tatok mengaku, semangatnya untuk berprestasi tidak pernah pudar guna menyumbang medali bagi Tanah Air tercinta.

Dia menekankan, torehan itu menjadi sinyal bahwa umur bukanlah penghalang untuk tetap berkontribusi bagi Merah Putih.

Bagi ayah beranak tiga itu, kegagalan melaju ke final menjadi pengalaman berharga, mengingat ini merupakan kali pertama dia tidak berhasil menembus partai puncak di klasifikasi TT5.

Ia menilai lawan tampil lebih unggul dan pantas meraih kemenangan, sehingga hasil tersebut harus diterima dengan lapang dada.

Baca juga: Klasemen APG 2025: Indonesia pertahankan posisi kedua di hari ketiga

Tatok juga menyadari bahwa tantangan ke depan tidak akan semakin ringan, terutama dengan munculnya atlet-atlet muda berkualitas dari negara lain.

Namun, peraih perunggu ini menegaskan komitmennya untuk terus berlatih lebih keras agar dapat kembali bersaing di level tertinggi.

"Saya masih akan turun di dalam nomor ganda putra, dengan berpasangan bersama Sefrianto," ujar dia dengan optimistis bisa menundukkan pasangan wakil tuan rumah, Wanchai Chaiwut/Yuttajak Gunbancheun, dalam nomor ganda putra MD8, pada hari ini, pukul 15.30 WIB.

Pada dua edisi APG sebelumnya, yakni di Indonesia (Solo) 2022 dan Kamboja 2023, Tatok Hardiyanto sukses menyumbangkan tiga medali emas dan satu perak di kelas 5 untuk nomor tunggal, beregu, dan ganda campuran.

Sementara dalam ASEAN Para Games Thailand 2025, dia hanya tampil dalam dua nomor, yaitu tunggal TT5, serta ganda putra MD8.

Baca juga: Para panahan Indonesia incar lampaui prestasi APG 2022

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |