UMKM Indonesia masih menghadapi tantangan untuk menembus pasar Kanada

3 hours ago 2

Singapura (ANTARA) - Wakil Ketua Umum Bidang Pertanian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Devi Erna Rachmawati mengemukakan bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia masih menghadapi tantangan untuk menembus pasar Kanada.

"Yang menjadi tantangan paling krusial bagi UMKM Indonesia untuk tembus pasar Kanada, of course, masalah regulasi," kata Devi dalam ajang Canada in Asia Conference (CIAC) 2026 yang berlangsung di Singapura pada Rabu.

Menurut dia, para pelaku UMKM Indonesia masih memerlukan pembinaan berkelanjutan untuk memenuhi persyaratan regulasi dan izin edar produk di pasar Kanada.

Ia mengatakan bahwa Kadin membantu membina UMKM untuk menembus pasar Kanada guna mengoptimalkan pemanfaatan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).

Selain itu, Kadin Indonesia mengadakan acara pertemuan bisnis antara pengusaha Kanada dan pengusaha Indonesia serta mempromosikan produk-produk Indonesia melalui pameran.

CIAC 2026 mempertemukan lebih dari 550 inovator, pemimpin pemikiran, dan pembuat kebijakan untuk membahas lanskap ekonomi Indo-Pasifik serta peluang kolaborasi dalam hubungan Kanada dengan Asia.

Forum itu antara lain membahas diversifikasi ekonomi dan inovasi serta tantangan global dalam rantai pasok, ketahanan pangan, inovasi teknologi, dan investasi.​​​​​​

Perwakilan Indonesia yang menghadiri CIAC 2026 di antaranya Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko B. Witjaksono dan CEO Otoritas Indonesia Invesment Authority (INA) Ridha Wirakusumah.

Devi mengemukakan bahwa sejalan dengan komitmen pemerintahnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, investor Kanada berminat menanamkan modal dalam hilirisasi pertanian di Indonesia.

Baca juga: Kanada kucurkan Rp266 M ke Indonesia, fokus ke UMKM, iklim, kesehatan

Baca juga: Kemendag tawarkan buah tropis ke Kanada usai penandatanganan ICA-CEPA

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |