MMSGI-Yayasan LINE perkuat kapasitas murid dan fasilitas sekolah

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - PT MMS Group Indonesia (MMSGI) bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE) memperkuat kapasitas murid dan fasilitas sekolah melalui Program CSR Bigger Dream, meliputi renovasi ruang belajar, kegiatan relawan, serta pendampingan pembelajaran.

"Program CSR Bigger Dream dirancang sebagai inisiatif pemberdayaan pendidikan yang menekankan keterlibatan langsung karyawan sebagai relawan dalam proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas murid," kata CEO MMSGI Sendy Greti dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan MMSGI bersama Yayasan LINE menutup rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 melalui serah terima hasil program kepada Yayasan Syarif Hidayatullah di Cilincing, Jakarta Utara.

Ia menegaskan program itu sebagai komitmen pihaknya dalam pengembangan kapasitas murid melalui keterlibatan langsung karyawan sebagai relawan, sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan berkelanjutan.

Sepanjang periode 2025 hingga awal 2026, kata Sendy Program Bigger Dream dilaksanakan melalui tiga fase yang saling terhubung. Fase pertama berfokus pada peningkatan fasilitas sekolah melalui proses penyelesaian renovasi dan pembersihan area sekolah dengan dukungan MMS Land, guna menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan nyaman bagi murid dan tenaga pengajar.

Fase kedua menitikberatkan pada kegiatan volunteering karyawan MMSGI yang dirancang sesuai jenjang pendidikan murid. Pada tahap ini, karyawan MMSGI terlibat langsung sebagai fasilitator pembelajaran.

Kegiatan itu mulai sesi storytelling untuk murid SD, bertujuan menumbuhkan keberanian bermimpi, rasa percaya diri, dan kemampuan menyampaikan ide secara sederhana.

Lalu, kelas vision board untuk murid SMP, yang mengajak murid mengenali potensi diri, menetapkan tujuan pribadi, serta memvisualisasikan rencana masa depan secara terstruktur.

Kemudian pengenalan dasar perencanaan usaha untuk murid SMK, melalui pembelajaran Business Model Canvas, guna membangun pemahaman awal tentang pola berpikir kewirausahaan dan dunia kerja.

Fase ketiga, lanjutnya, menjadi tahap aktualisasi hasil pembelajaran, di mana murid mempresentasikan vision board, menampilkan karya seni, serta mengikuti bazar hasil karya dan rancangan usaha sederhana.

"Tahap ini dirancang untuk melatih keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, serta rasa percaya diri murid dalam menyampaikan gagasan," bebernya.

Secara keseluruhan, program itu melibatkan 185 karyawan MMSGI yang berpartisipasi sebagai donatur dan relawan. Keterlibatan karyawan mencakup kegiatan renovasi sekolah, fasilitasi sesi pembelajaran, pendampingan murid, hingga dukungan logistik selama program berlangsung.

Melalui kolaborasi MMSGI dan Yayasan LINE, Program Bigger Dream Fase 3 berhasil merealisasikan renovasi 10 fasilitas sekolah, yang terdiri dari delapan ruang kelas dan dua fasilitas sanitasi, guna mendukung proses belajar yang lebih sehat dan layak.

Menurutnya program itu memberikan manfaat langsung kepada 232 penerima manfaat, terdiri dari 207 murid lintas jenjang pendidikan dan 25 tenaga pengajar, serta dilengkapi dengan distribusi 232 tas sekolah dan alat tulis sebagai penunjang kegiatan belajar.

"Total nilai donasi program mencapai sekitar Rp1 miliar, dengan Rp256.377.884 di antaranya berasal dari kontribusi sukarela karyawan MMSGI," jelasnya.

Ia menambahkan program itu dirancang sebagai program CSR yang menempatkan penguatan kapasitas generasi muda sebagai investasi sosial jangka panjang.

Baca juga: PT MHU sambut delegasi IKI-JET tinjau area pascatambang

Baca juga: BUMN baru untuk kelola lahan sitaan negara, Istana jelaskan alasannya

Baca juga: ESDM Banten: Tambang ilegal Mancak tak penuhi kaidah keselamatan

Ketua Yayasan LINE Muhammad Bihar menambahkan pendekatan berbasis volunteeringmemperkuat dampak program secara berkelanjutan.

“Keterlibatan langsung relawan menjadi pembeda utama program ini. Murid tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan inspirasi yang membentuk cara berpikir dan motivasi mereka,” kata Bihar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah, Ari Tri Handini menilai program itu memberikan dampak nyata baik pada sarana pendidikan maupun pengembangan kapasitas peserta didik.

“Pendekatan pembelajaran melalui storytelling, vision board, dan pendampingan langsung sangat relevan bagi murid kami. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan mulai memahami potensi serta tujuan masa depannya,” kata Ari.

Baca juga: Tim SAR lanjutkan pencarian korban tambang bijih timah

Baca juga: Kejati Sulteng sita rumah mewah Rp1,2 miliar di Makassar

Baca juga: Sultra ekspor perdana 1.015 ton feronikel langsung ke China

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |