Trump klaim kejahatan menurun di AS di bawah pemerintahannya

1 week ago 4

Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengatakan bahwa angka kejahatan menurun di seluruh Amerika Serikat, “bahkan di Minnesota,” karena tindakan pemerintahannya.

“Bahkan di Minnesota, angka kejahatan menurun karena apa yang kami lakukan. Kami telah menangkap ribuan penjahat, penjahat kambuhan, penjahat kelas kakap,” kata Trump kepada wartawan.

Ia menyoroti bahwa para penjahat ini datang ke AS dari negara asal mereka, termasuk Venezuela dan Kongo.

“Mereka datang dari seluruh dunia, dari seluruh Amerika Selatan, seluruh Amerika Latin, seluruh Afrika. Mereka datang dari mana-mana. Dan dalam banyak kasus, mereka keluar dari penjara,” tambahnya.

Trump menunjukkan bahwa AS sekarang adalah negara teraman yang pernah ada. Ia juga menyoroti bahwa ibu kota negara, Washington, DC, berubah dari tempat yang penuh kejahatan menjadi tempat yang hampir tidak memiliki kejahatan dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Sabtu, seorang agen federal menembak warga Minneapolis, Alex Pretti. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengatakan bahwa seorang petugas Patroli Perbatasan telah melepaskan tembakan ke arah pria tersebut karena ia takut akan keselamatannya.

Sebelumnya, pada 7 Januari, seorang agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menembak seorang wanita sebagai akibat dari kerusuhan di kota tersebut. Aktivitas ICE ini, telah memicu protes besar-besaran di seluruh Minnesota.

Pada hari pelantikannya sebagai presiden ke-47, Trump berjanji untuk segera menghentikan imigrasi ilegal dan memulai deportasi massal dari Amerika Serikat. Ia juga menyatakan keadaan darurat nasional untuk mengatasi krisis perbatasan AS.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Trump kirim utusan ke Minnesota pasca insiden penembakan fatal

Baca juga: Pertanyakan kecaman atas penembakan aparat, Trump: Polisi di mana?

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |