Trump ancam tingkatkan serangan ke Iran, China minta hentikan perang

4 hours ago 3

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China kembali meminta penghentian operasi militer antara Amerika Serikat, Israel dan Iran meski Presiden AS Donald Trump mengancam akan meningkatkan serangan.

"Cara militer tidak menyelesaikan masalah mendasar. Meningkatkan konflik tidak menguntungkan pihak mana pun, sekali lagi kami mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan operasi militer," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Kamis.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Amerika Serikat hampir menyelesaikan tujuan militernya di Iran dan akan menekan Iran lebih keras.

"Kami akan menyerang mereka sangat keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Kami akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu, tempat mereka seharusnya berada,” kata Trump dalam pidato tentang Operasi Epic Fury, Rabu (1/4).

Mao Ning pun meminta agar pembicaraan damai dapat dilakukan sesegera mungkin.

"Penyelesaian masalah adalah melalui dialog dan negosiasi demi mencegah pukulan yang lebih serius terhadap ekonomi dunia dan keamanan energi global," ungkap Mao Ning.

Mao Ning pun menyebut akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah operasi militer ilegal AS-Israel terhadap Iran.

"Hanya dengan mengakhiri aksi militer dan memulihkan perdamaian dan stabilitas di Teluk, jalur pelayaran internasional dapat dibuka dan aman. Komunitas internasional perlu bekerja sama untuk deeskalasi guna mencegah gejolak regional lebih lanjut yang dapat berdampak pada ekonomi global dan keamanan energi," tegas Mao NIng.

Selat Hormuz dan perairan di sekitarnya, kata Mao Ning, merupakan jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi.

"Semua mata tertuju pada apakah stabilitas dapat kembali ke Selat Hormuz dan apakah lalu lintas akan segera pulih. Kuncinya terletak pada penghentian aksi militer," tukas Mao Ning.

Trump berulang kali mengatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung. Ia memperingatkan jika tidak ada kesepakatan, AS akan menyerang seluruh pembangkit listrik Iran.

"Kami belum menyerang ladang minyak mereka, meski itu target paling mudah, karena itu tak memberi mereka peluang untuk bertahan. Namun, kami bisa menyerangnya dan itu akan hilang," katanya.

Trump mengatakan AS hampir tidak lagi mengimpor minyak melalui Selat Hormuz dan tidak akan melakukannya di masa depan.

Ia juga menyebut Iran telah "hancur secara militer dan ekonomi" serta mendesak negara lain untuk menjaga jalur pelayaran tersebut.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei membantah bahwa Teheran meminta gencatan senjata kepada AS. Menlu Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan bahwa dialog yang berjalan dengan AS bukan perundingan, tetapi hanya pertukaran pesan secara terbatas baik secara langsung ataupun melalui perantara di kawasan.

Ketegangan telah meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Sebanyak 13 personel militer AS tewas dan sekitar 303 lainnya terluka sejak operasi dimulai.

Baca juga: Tiga kapal China berhasil lintasi Selat Hormuz

Baca juga: China sebut dukung upaya mediasi Pakistan ke AS dan Iran

Baca juga: Menlu China-Iran bicara di telepon, diskusikan upaya setop perang

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |