UE sampaikan belasungkawa atas gugurnya penjaga perdamaian RI

4 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Uni Eropa (UE) menyampaikan belasungkawa dan simpati terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian Indonesia yang gugur, kepada Republik Indonesia, dan kepada semua pihak yang terdampak oleh kehilangan tragis tersebut.

“Kami menggemakan pernyataan Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB yang mengutuk insiden baru-baru ini yang mengakibatkan kematian tiga penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL),” mengutip pernyataan resmi Uni Eropa di Jakarta, Kamis.

Uni Eropa menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB harus dijamin setiap saat.

Pada 29 Maret, seorang anggota pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia, Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Qusayr, Lebanon selatan.

Sehari setelahnya, dua anggota pasukan UNIFIL Indonesia lainnya, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur dalam serangan terhadap konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon selatan.

Perwakilan Tetap RI untuk PBB Umar Hadi, Selasa (31/3), menuntut penyelidikan PBB yang cepat, menyeluruh dan transparan atas serangan Israel di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit Indonesia tersebut.

Indonesia juga meminta Dewan Keamanan memantau dan menindaklanjuti hasil penyelidikan secara tegas, serta menuntut pertanggungjawaban hukum para pelaku tanpa pemberian kekebalan dalam kasus serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.

Indonesia turut mendesak semua pihak, termasuk Israel, menghentikan agresi serta mematuhi hukum internasional guna menjamin keselamatan personel dan perlindungan aset milik Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pada Rabu (1/4), PBB memastikan bahwa penyelidikan terhadap serangan yang menyebabkan gugurnya tiga personel Indonesia di UNIFIL sedang berlangsung dan hasilnya dapat diumumkan dalam waktu dekat.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL adalah hal yang tidak dapat diterima dan harus dipertanggungjawabkan.

Meski upaya penyelidik mendatangi lokasi kejadian sedikit terhambat karena kebutuhan untuk meredakan ketegangan dengan pihak-pihak terkait, Dujarric memastikan bahwa PBB selalu berkomitmen untuk mendapatkan fakta yang sebenar-benarnya terkait peristiwa yang terjadi.

Selain itu, Dujarric menyampaikan bahwa Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, menekankan bahwa pihaknya terus memantau situasi di lapangan demi keselamatan dan keamanan personel.

Baca juga: PBB rencanakan investigasi terkait gugurnya prajurit TNI di Lebanon

Baca juga: MER-C, TPM desak pemerintah tegas usai tiga TNI gugur di Lebanon

Baca juga: PBB: Investigasi serangan terhadap personel RI di UNIFIL akan rampung

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |