Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan 200 jembatan di lokasi bencana Aceh dan Sumatera hingga Februari 2026.
"Mudah-mudahan di tahun ini atau bulan Februari awal (target pembangunan jembatan) 150, 200 berbagai jenis itu saya yakin bisa," kata Maruli saat ditemui di Dermaga Satuan Angkutan Air (Satangair) TNI AD di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa.
Dia mengatakan ratusan jembatan itu dibangun untuk menyambung jalur darat yang terputus akibat bencana banjir dan tanah longsor pada November 2025.
Maruli menyebutkan 200 jembatan itu terdiri dari berbagai jenis yakni jembatan aramco, jembatan bailey dan jembatan gantung.
Berdasarkan data yang diterima ANTARA, tercatat sejauh ini TNI AD telah membangun 42 jembatan bailey, 51 jembatan aramco, dan 38 jembatan gantung.
TNI AD juga membantu proses pembangunan 37 jembatan beton yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Maruli mengatakan hingga saat ini proses pembangunan jembatan masih berlangsung.
Walau pihaknya banyak menemukan kendala seperti ketersediaan bahan jembatan yang menipis dan medan yang sulit, Maruli memastikan proses pembangunan jembatan akan terus berlangsung demi mempercepat pemulihan wilayah pasca bencana.
Baca juga: KSAD jelaskan biaya pembangunan sumur Rp150 juta di lokasi bencana
Baca juga: TNI AD kirim alat berat lewat jalur laut ke lokasi bencana di Sumatera
Baca juga: TNI AD bersihkan sekolah yang terkena banjir bandang di Aceh Tamiang
Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































