Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai bahwa hasil survei 79,9 persen publik puas terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan bukti kebijakan yang dijalankan sudah on the track.
Menurut dia, survei itu juga membuktikan kinerja Presiden Prabowo dirasakan masyarakat dan kebijakannya memberi dampak pada upaya pemerataan dan distribusi kesejahteraan. Terlebih lagi, kata dia, respons yang baik dari masyarakat itu terjadi di tengah dinamika politik global dan juga kondisi ekonomi yang dipenuhi ketidakpastian.
"Tentu ke depan ada berbagai hal yang terus diperbaiki tapi hasil survei ini membuktikan kebijakan presiden sudah on the right track,” kata Eddy di Jakarta, Senin.
Dia pun yakin Presiden Prabowo akan konsisten untuk terus melanjutkan pembangunan ekonomi dengan prinsip "no one is left behind" atau tidak ada satupun yang ditinggalkan.
Salah satunya, dia menyampaikan bahwa temuan survei itu menunjukkan program MBG ternyata mendapat respons positif dari masyarakat. Tentu berbagai kekurangan kami yakin akan diperbaiki.
"Namun komitmen beliau untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan gizi yang cukup ini harus didukung penuh,” kata dia.
Begitu juga, kata dia, program Sekolah Rakyat terus berupaya memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak. Menurut dia, hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan dan asupan yang layak ini adalah amanat konstitusi.
Di samping itu, dia juga menyampaikan bahwa survei Indikator Indonesia ini juga menjadi masukan mengenai hal-hal yang diharapkan masyarakat untuk terus diperbaiki ke depannya.
"Ini harus menjadi perhatian bagi kementerian terkait untuk mendukung program-program Presiden Prabowo bisa semakin bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata dia.
Baca juga: Pimpinan MPR tegaskan pentingnya RUU Pengelolaan Perubahan Iklim
Baca juga: Waket MPR: RI gabung Dewan Perdamaian Gaza sejalan politik bebas-aktif
Baca juga: MPR: Kunjungan Prabowo ke Inggris dan WEF berdampak baik untuk negara
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































