Kecelakaan Lindsey Vonn, Sander Eitrem pecahkan rekor Seluncur Cepat

1 hour ago 2

Milan (ANTARA) - Upaya berani Lindsey Vonn untuk meraih medali downhill Olimpiade berakhir tragis, sementara atlet Norwegia, Sander Eitrem, menorehkan kemenangan gemilang dengan memecahkan rekor di lintasan seluncur cepat (speed skating) pada Minggu (8/2), saat Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina menyuguhkan drama di berbagai venue pada hari kedua Olimpiade Musim Dingin 2026.

Vonn, legenda ski asal Amerika Serikat (AS), mengalami kecelakaan di awal pertandingan nomor downhill putri. Dia kehilangan kendali di lintasan pembuka setelah mengambil jalur terlalu ketat dan terpental ke udara. Atlet berusia 41 tahun itu, yang berkompetisi dengan lutut kanan yang baru dioperasi dan lutut kiri yang mengalami cedera parah, terdengar berteriak setelah terjatuh dan kemudian dievakuasi menggunakan helikopter dari lintasan tersebut.

Tim Ski AS mengatakan Vonn berada dalam kondisi stabil dan sedang menerima perawatan dari tim dokter Amerika dan Italia. Partisipasinya dalam perlombaan ini berakhir dengan patah kaki, sebuah pukulan telak lainnya yang terjadi hanya sembilan hari setelah dia mengalami cedera robek ACL pada lutut kirinya.

Breezy Johnson berhasil memanfaatkan kekacauan dalam perlombaan ini untuk menyabet medali emas bagi AS, dengan keunggulan tipis 0,04 detik atas atlet Jerman, Emma Aicher. Sementara itu, medali perunggu diraih oleh atlet tuan rumah Italia, Sofia Goggia.

Johnson, yang berlaga di Olimpiade keduanya, menjadi atlet putri Amerika kedua yang meraih medali emas downhill Olimpiade, mengikuti jejak Vonn. "Pencapaiannya membuat dia berada di level yang berbeda," ujar Johnson. "Mendapati nama saya berdampingan dengan namanya benar-benar sesuatu yang istimewa."

Atlet Jerman, Max Langenhan, mendominasi nomor tunggal putra dalam cabor luge, meraih medali emas dengan total waktu 3 menit 31,191 detik dari empat putaran. Jonas Mueller dari Austria menempati posisi kedua, sementara atlet Italia, Dominik Fischnaller, berhasil meraih medali perunggu Olimpiade untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Johnson menambahkan pelatih Vonn memberitahunya jika peraih tiga medali Olimpiade itu memberikan dukungan untuk dirinya dari dalam helikopter. "Hati saya sedih mendengarnya," ungkap Johnson. "Terkadang olahraga ini memang sangat kejam."

Dalam cabang olahraga (cabor) speed skating, pemegang rekor dunia Sander Eitrem memecahkan rekor Olimpiade untuk meraih medali emas di nomor 5.000 meter putra. Atlet berusia 23 tahun itu mencatatkan waktu 6 menit 03,95 detik di Milano Speed Skating Stadium, melampaui rekor Olimpiade sebelumnya yakni 6 menit 08,84 detik yang dicetak oleh atlet Swedia, Nils van der Poel, di Beijing empat tahun lalu.

Eitrem, yang dua pekan sebelumnya menjadi atlet speed skating pertama yang menembus waktu enam menit pada nomor tersebut di Inzell, Jerman, mengatakan bahwa mengelola tekanan adalah kunci keberhasilannya di Olimpiade. "Saya meluncur dengan performa terbaik saya," ujarnya. "Kuncinya adalah tetap rileks dan menjaganya tetap simpel."

Metodej Jilek dari Republik Ceko meraih medali perak setelah finis 2,53 detik di belakang Eitrem, sementara atlet Italia, Riccardo Lorello, memuaskan para pendukung tuan rumah dengan medali perunggu dalam waktu 6 menit 09,22 detik.

Atlet Jerman, Max Langenhan, mendominasi nomor tunggal putra dalam cabor luge, meraih medali emas dengan total waktu 3 menit 31,191 detik dari empat putaran. Jonas Mueller dari Austria menempati posisi kedua, sementara atlet Italia, Dominik Fischnaller, berhasil meraih medali perunggu Olimpiade untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Prancis membuka kompetisi biathlon dengan meraih medali emas di nomor estafet campuran 4x6km. Anchor tim Prancis, Julia Simon, tampil sempurna dengan mengenai seluruh 10 target sasaran, membawa Prancis finis dengan catatan waktu 1 jam 4 menit 15,5 detik. Italia meraih medali perak di kandang sendiri, sementara Jerman menyabet medali perunggu.

Atlet Norwegia, Johannes Hoesflot Klaebo, melesat jauh di akhir balapan untuk memenangkan nomor skiathlon 10km+10km putra dengan waktu 46 menit 11 detik, sekaligus meraih medali emas Olimpiade keenamnya. Mathis Desloges dari Prancis meraih medali perak, sementara atlet Norwegia lainnya, Martin Loewstroem Nyenget, mengamankan medali perunggu dengan selisih tipis di belakangnya.

Di Milano Ice Skating Arena, AS berhasil meraih medali emas di nomor beregu cabang olahraga seluncur indah (figure skating) dengan total 69 poin, mengungguli Jepang dengan selisih tipis satu poin. Sementara itu, Italia meraih medali perunggu dengan 60 poin.

Kemenangan ini menandai gelar juara Olimpiade kedua berturut-turut bagi AS di nomor tersebut, sementara Jepang harus puas dengan medali perak untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Sementara bagi Italia, ini menjadi medali pertama mereka dalam sejarah kompetisi beregu seluncur indah.

Max Langenhan dari Jerman merayakan kemenangannya setelah pertandingan tunggal putra luge di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Cortina, Italia, 8 Februari 2026. (Xinhua/Ding Xu)


Prancis membuka kompetisi biathlon dengan meraih medali emas di nomor estafet campuran 4x6km. Anchor tim Prancis, Julia Simon, tampil sempurna dengan mengenai seluruh 10 target sasaran, membawa Prancis finis dengan catatan waktu 1 jam 4 menit 15,5 detik. Italia meraih medali perak di kandang sendiri, sementara Jerman menyabet medali perunggu

Dalam cabor snowboarding, atlet Austria Benjamin Karl menyabet medali emas Olimpiade keduanya secara berturut-turut di nomor parallel giant slalom putra. Dia melakukan selebrasi dengan merobek kausnya di area finis setelah unggul tipis 0,19 detik dari atlet Korea Selatan, Kim Sang-kyum. Sementara itu, medali perunggu diraih oleh Tervel Zamfirov dari Bulgaria.

Cabor ini, yang masa depannya di Olimpiade sempat memicu perdebatan, kembali menunjukkan toleransinya terhadap atlet berusia lanjut. Atlet Italia, Roland Fischnaller (45), memuncaki babak kualifikasi di Olimpiade ketujuhnya, sementara Claudia Riegler (52) dari Austria menjadi kompetitor tertua dalam kategori putri.

"Anda bisa berada dalam kondisi fisik yang prima hingga usia 40, bahkan mungkin 50," sebut Karl. "Tidak ada alasan menjadi lambat hanya karena usia."

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |