BOPPJ: Giant Sea Wall diharapkan bertahan 200 tahun lindungi Pantura

2 hours ago 1
Ini harus bertahan 100-200 tahun karena kita lihat sendiri kondisi di Belanda di bawah garis laut tapi mereka bisa hidup tenang sampai hari ini,

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf mengungkapkan, Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall yang akan dibangun diharapkan bertahan 100-200 tahun dalam rangka melindungi pantai utara (Pantura) Jawa.

"Ini harus bertahan 100-200 tahun karena kita lihat sendiri kondisi di Belanda di bawah garis laut tapi mereka bisa hidup tenang sampai hari ini," ujar Didit di Jakarta, Senin.

Rencana pembangunan Giant Sea Wall oleh pemerintah dalam rangka melindungi wilayah Pantura Jawa.

"Satu hal yang mohon dimengerti bahwa kebijakan Bapak Presiden RI adalah melindungi Pantura Jawa bukan hanya membangun konkret atau beton di tengah laut atau tanggul di tengah laut, bukan, tapi melindungi peradaban yang sudah ada di Pulau Jawa mulai abad pertama sampai hari ini. Dengan kondisi seperti ini maka program ini bisa dipastikan dapat dijalankan," kata Didit.

Baca juga: BOPPJ lakukan studi terkait Giant Sea Wall di Jakarta dan Jateng

Dia juga menambahkan bahwa dalam upaya untuk mewujudkan pembangunan Giant Sea Wall maka BOPPJ tidak bisa bekerja sendirian, dibutuhkan kolaborasi antar kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten.

"Tentunya kami juga harus kolaborasikan dan mensinergikan dengan tata ruang wilayah baik itu yang darat maupun yang laut di setiap kabupaten," katanya.

Sebagai informasi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyampaikan, proyek Giant Sea Wall tidak hanya melindungi Pantai Utara Jawa dari banjir dan abrasi, tapi juga melindungi pusat-pusat perekonomian Indonesia.

Ia menuturkan, pihaknya mencatat 56 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berasal dari Pulau Jawa, dan 70 persen dari jumlah tersebut berasal dari Pantai Utara Jawa.

Baca juga: Bupati: Demak dapat prioritas pembangunan "giant sea wall" atasi rob

Rachmat mengatakan, pembangunan Giant Sea Wall dapat menjadi model baru pengembangan kawasan di Indonesia, terutama wilayah perkotaan di pesisir.

Ia menilai bahwa Indonesia memiliki karakteristik alam yang unik, salah satunya garis pantai yang panjang karena adanya ribuan pulau, sehingga dibutuhkan kebijakan khusus terkait pembangunan kawasan.

Baca juga: "Groundbreaking" Giant Sea Wall dijadwalkan berlangsung pada September

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |