Tim SAR setop cari korban kapal terhempas ombak di perairan Indramayu

1 month ago 34
Penghentian operasi dilakukan pada Minggu (21/12) setelah seluruh tahapan pencarian dilaksanakan sesuai prosedur, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan para korban

Indramayu (ANTARA) - Tim Search And Rescue (SAR) gabungan menghentikan operasi pencarian terhadap tiga Anak Buah Kapal (ABK) KM Putri Lancar Samudera yang hilang di perairan Indramayu, Jawa Barat, setelah upaya pencarian selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.

“Penghentian operasi dilakukan pada Minggu (21/12) setelah seluruh tahapan pencarian dilaksanakan sesuai prosedur, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan para korban,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Moch Adip di Indramayu, Jawa Barat, Senin.

Sejak kapal tersebut terhempas ombak, kata dia, tim gabungan telah mengerahkan berbagai unsur untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian hingga area sekitarnya.

Namun, kata dia, hingga hari ketujuh operasi SAR tersebut seluruh upaya yang dilakukan masih menunjukkan hasil nihil.

Baca juga: Tim SAR fokus cari tiga ABK hilang di perairan Indramayu

Dalam rangka penutupan operasi, lanjutnya, tim SAR langsung melakukan mediasi bersama perwakilan keluarga korban di Indramayu.

“Dari hasil mediasi, tiga perwakilan keluarga korban yakni keluarga Darkum, Eri, dan Kasta, menyatakan menerima serta mengikhlaskan penghentian operasi,” tuturnya.

Sebelumnya Adip mengatakan berdasarkan pemetaan area operasi pencarian bergeser ke wilayah kerja Kantor SAR Semarang sejak Sabtu (20/12).

Ia mengemukakan penyisiran kemudian dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor SAR Semarang serta penyampaian informasi kepada kapal-kapal yang melintas di area pencarian agar melaporkan jika menemukan tanda-tanda korban.

Baca juga: Pemkab Batang lanjutkan pencarian belasan ABK hilang di perairan Jawa

“Hingga Minggu pukul 15.50 WIB, hasil koordinasi dengan Kantor SAR Semarang menunjukkan tidak adanya laporan penemuan korban dari kapal-kapal yang melintas di search area,” katanya.

Selain itu ia menyebutkan dari broadcast yang dilakukan oleh Vessel Traffic Service (VTS) dan Shipping Radio Operator Procedure (SROP) di wilayah kerja Kantor SAR Semarang juga tidak membuahkan hasil.

Berdasarkan kondisi tersebut tim SAR gabungan mengusulkan penghentian dan penutupan operasi pencarian tersebut.

Kendati demikian pihaknya memastikan operasi dapat kembali dibuka apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Dengan ditutupnya operasi SAR seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” ucap dia.

Baca juga: SAR Ambon masih cari seorang ABK KM. Sanjaya 99 di Kepulauan Aru

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |