Jakarta (ANTARA) - Sebuah studi baru menunjukkan rendahnya kadar testoteron pada pria dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan dan kebiasaan makan yang buruk dalam hal ini makanan tinggi gula dapat memicu masalah semakin berbahaya.
Studi baru ini mengungkap salah satu masalah yang mungkin timbul akibat kedua hal tersebut ialah penyakit hati kronis akibat disfungsi metabolik (MASLD) yang menjadi salah satu penyakit yang memengaruhi sekitar 40 persen pria dewasa di dunia.
Scitechdaily pada Minggu (15/3) waktu setempat menyebutkan laporan studi tersebut didapati bahwa perlemakan hati yang merupakan tahap awal dari MASLD ternyata memiliki korelasi erat dengan faktor penyebab seperti penurunan kadar testoteron dan asupan fruktosa yang tinggi dari minuman manis dan makanan olahan.
Baca juga: Bahaya konsumsi gula berlebihan, kenali dampak dan cara mengatasinya!
Baca juga: Dokter: Orang tua perlu contohkan hidup sehat, cegah anak nyandu gula
Studi terbaru ini dilakukan oleh Hiroki Takahashi yang merupakan mahasiswa pascasarjana departemen Pertanian di Universitas Metropolitan Osaka Jepang bersama Profesor Madya Naoki Harada.
Mereka dan timnya meneliti bagaimana penurunan testoteron dan konsumsi fruktosa tinggi dapat memengaruhi kesehatan hati.
Untuk melakukan studi tersebut, mereka melakukan percobaan pada tikus jantan yang berusia delapan minggu dengan sebagian dikebiri dan sebagian lagi menjalani prosedur sham.
Setelahnya tikus-tikus yang ada di bagi ke dalam enam kelompok dengan pembagian tikus sham sebagai alat kontrol, tikus sham yang diberi konsumsi fruktosa, tikus sham yang diberi konsumsi fruktosa serta antibiotik.
Lalu ada juga kelompok tikus yang telah dikebiri sebagai alat kontrol, tikus yang telah dikebiri dengan konsumsi fruktosa, dan tikus yang telah dikebiri dengan konsumsi fruktosa dan antibiotik.
Baca juga: Ahli gizi ingatkan bahaya obesitas akibat konsumsi minuman manis
Hasil penelitian itu menunjukkan untuk kelompok tikus yang telah dikebiri dan mengonsumsi fruktosa mengalami peningkatan bobot organ hati, sementara peningkatan ini berkurang ketika antibotik diberikan.
Masing-masing faktor secara terpisah sebenarnya hanya menyebabkan perubahan kecil pada kadar trigliserida hati.
Namun ketika kadar testoteron rendah dan asupan fruktosa tinggi berlangsung bersamaan, keduanya ternyata meningkatkan penumpukan lemak di hati dan memperburuk penyakit hati berlemak.
Tikus yang terpapar kastrasi dan asupan fruktosa juga menunjukkan perubahan komposisi mikrobiota usus, pergeseran ekspresi gen hati, dan kadar piruvat (produk sampingan metabolisme glukosa) yang lebih tinggi.
"Setelah meneliti mekanisme ini, kami menemukan bahwa perubahan pada mikrobiota usus menyebabkan peningkatan kadar piruvat di dalam usus," kata Takahashi.
Ia juga mengungkapkan bahwa dengan eksperimen ini diketahui bahwa piruvat bekerja secara sinergis dengan fruktosa yang merupakan kandungan gula dan mendorong akumulasi lipid (lemak) netral di hati objek penelitian.
Baca juga: Ukuran celana bisa jadi alarm dini obesitas
Baca juga: Ingin konsumsi kafein dan gula tiap hari tanda metabolisme bermasalah
Baca juga: Donald Trump sebut cola dengan gula tebu lebih sehat, ini kata ahli
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































