Teknologi regeneratif stem cell kian diminati demi penuaan yang sehat

2 days ago 7

Jakarta (ANTARA) - Teknologi regeneratif semakin diminati masyarakat Indonesia seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas hidup dan menjalani proses penuaan secara sehat (healthy aging).

Dokter spesialis bedah plastik dan estetik Brawijaya Hospital dr. Tasya Anggrahita, Sp.BP-RE, Subsp. E.L mengatakan perkembangan terapi berbasis stem cell menjadi bagian dari era baru layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penanganan gejala, tetapi juga memperbaiki fungsi jaringan dan sel yang mengalami penurunan akibat proses penuaan.

"Kalau terapi seperti botox atau filler sifatnya sementara. Saat efeknya hilang, kondisi akan kembali seperti semula. Stem cell berbeda karena bekerja untuk me-repair dan meregenerasi sel yang sudah mengalami penurunan fungsi akibat proses penuaan," ujar dr. Tasya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, tren kecantikan dan kesehatan saat ini telah bergeser dari sekadar memperbaiki tampilan luar menuju pendekatan yang lebih holistik melalui konsep hidup sehat dengan kualitas yang lebih baik hingga usia lanjut.

Baca juga: Indonesia benahi regulasi guna perluas akses terapi sel punca

Ia menjelaskan salah satu manfaat terapi regeneratif yang paling banyak dicari pasien adalah peremajaan kulit secara alami. Selain itu, terapi tersebut juga mulai dimanfaatkan untuk penanganan kebotakan, perbaikan kualitas kulit, hingga mendukung penyembuhan jaringan pada sejumlah kasus medis.

Tasya menyampaikan bahwa kemampuan stem cell untuk membantu regenerasi sel membuat terapi tersebut berbeda dengan sejumlah prosedur estetika konvensional yang umumnya hanya memberikan efek sementara.

"Stem cell itu bekerja untuk me-repair dan meregenerasi sel yang sudah hampir mati, sel yang sudah tua atau mengalami penurunan fungsi sehingga dapat kembali bekerja lebih optimal," ujarnya.

Baca juga: Kimia Farma manfaatkan teknologi Stem Cell untuk penyakit degeneratif

Meski demikian, ia menegaskan terapi stem cell bukan berarti dapat menghentikan proses penuaan secara permanen.

"Proses aging tidak bisa dihentikan. Yang bisa dilakukan adalah membantu memperbaiki dan mengoptimalkan fungsi sel sehingga proses tersebut dapat diperlambat dan kualitas jaringan tetap terjaga lebih baik," tambahnya.

Selain untuk kebutuhan estetika, teknologi regeneratif juga berkembang dalam bidang ortopedi untuk membantu pemulihan jaringan yang mengalami cedera maupun degenerasi.

Baca juga: Dokter ortopedi pastikan kehalalan terapi sel punca ortopedi

Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dr. Auliya Akbar, Sp.OT, Subsp. PL mengatakan terapi stem cell memiliki potensi membantu regenerasi berbagai jaringan tubuh, termasuk tendon, ligamen, tulang rawan sendi, meniskus hingga diskus tulang belakang.

"Stem cell dan turunannya memiliki efek regenerasi dan menstimulasi pemulihan sel-sel tubuh yang sakit. Aplikasinya luas, mulai dari tendon, tulang rawan sendi, ligamen, meniskus hingga diskus tulang belakang yang mengalami cedera," ujar dr. Auliya.

Perkembangan terapi regeneratif tersebut juga diikuti dengan penguatan aspek keamanan dan regulasi. Di Indonesia, pemanfaatan stem cell untuk layanan kesehatan telah diatur melalui standar pelayanan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan hanya dapat dilakukan oleh fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan tertentu.

Baca juga: Terapi sel punca di Indonesia unggul dari Singapura dan Malaysia

Tasya menilai keamanan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan masyarakat sebelum menjalani terapi regeneratif. Menurut dia, kualitas donor, proses produksi, serta standar laboratorium menjadi aspek penting yang menentukan keamanan dan efektivitas terapi.

"Keamanan menjadi faktor yang paling penting. Karena itu sumber stem cell, proses produksinya, hingga sertifikasi laboratorium harus jelas sehingga kualitas dan keamanan terapi dapat terjamin," ujarnya.

Baca juga: RSUI luncurkan layanan terapi sel punca untuk masalah tulang dan sendi

Pewarta: Ida Nurcahyani/Vina Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |