Beijing (ANTARA) - Target pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2026 bersifat "proaktif dan pragmatis," mencerminkan penilaian luas terhadap kondisi domestik dan pergeseran lingkungan eksternal, kata seorang pejabat sebagaimana warta Xinhua pada Jumat (6/3).
Target pertumbuhan ekonomi 4,5 sampai 5 persen, sembari tetap berupaya mencapai hasil yang lebih baik dalam praktiknya, bertujuan untuk menyeimbangkan apa yang diperlukan dan apa yang realistis untuk diwujudkan, urai Shen Danyang, kepala kelompok yang bertanggung jawab atas penyusunan laporan kerja pemerintah tahun ini, yang sebelumnya telah diserahkan pada hari yang sama kepada badan legislatif nasional untuk dibahas.
Dalam sebuah konferensi pers, Shen menyampaikan rentang target itu memberikan ruang bagi penyesuaian struktural, pencegahan risiko, dan reformasi, sekaligus secara umum tetap sejalan dengan visi negara tersebut untuk 2035.
Dia menekankan bahwa target itu tetap memberi ruang fleksibilitas untuk merespons lingkungan eksternal yang lebih kompleks, memungkinkan pemerintah daerah untuk menyesuaikan target-target regional, serta membantu mendorong fokus pada pembangunan yang berkualitas tinggi.
Target itu juga konsisten dengan potensi pertumbuhan China, tutur Shen, seraya menyatakan bahwa banyak institusi ekonomi, ekonom, dan wadah pemikir (think tank) di China dan luar negeri masing-masing telah membuat proyeksi dan menemukan hasil yang secara umum sejalan dengan ekspektasi pemerintah.
Proyeksi laju pertumbuhan itu juga akan menjadi salah satu yang tertinggi di antara perekonomian-perekonomian utama secara global, ujar pejabat tersebut.
Ketahanan ekonomi China, pertumbuhan kekuatan produktif berkualitas baru, kebijakan makro yang lebih proaktif, dan reformasi yang lebih dalam di bidang-bidang utama akan membantu membuka potensi lebih lanjut, imbuh Shen.
"Selama kita memanfaatkan secara penuh dan efektif semua kondisi yang menguntungkan, kita dapat berupaya maksimal untuk mencapai hasil yang lebih baik, mewujudkan peningkatan kualitas yang nyata dan peningkatan kuantitas yang wajar," tutur Shen.
Perihal kebijakan makro China, Chen Changsheng, anggota kelompok penyusun laporan kerja tersebut, menyampaikan dalam konferensi pers itu bahwa China akan memperkuat dukungan kebijakan pada tahun ini seiring meningkatnya ketidakpastian eksternal dan masih berlanjutnya pola "pasokan kuat, permintaan lemah" di dalam negeri.
China masih memiliki ruang untuk mengambil langkah kebijakan lebih lanjut, ujar Chen. Dibandingkan dengan perekonomian utama lainnya, rasio utang pemerintah China, terutama utang pemerintah pusat, masih relatif rendah, dan kondisi untuk pemangkasan rasio cadangan wajib serta suku bunga masih mendukung.
Laporan kerja pemerintah China menempatkan perluasan permintaan dalam negeri sebagai tugas prioritas selama dua tahun berturut-turut, dengan penekanan pada berbagai inisiatif khusus untuk menggenjot konsumsi.
Shen memerinci perangkat kebijakan negara itu untuk mendorong konsumsi, yang mencakup peningkatan pendapatan rumah tangga dan penyempurnaan pasokan, penguatan perawatan kesehatan, perawatan warga lanjut usia (lansia) dan dukungan pengasuhan anak, penerapan langkah fiskal dan keuangan untuk mendukung program tukar tambah barang konsumen, serta menghapus hambatan dan pembatasan terkait konsumsi.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































