Sebanyak 40 negara konfirmasi ikuti seminar satu abad Jam Gadang

3 hours ago 3
"Sudah ada 40 negara yang mendaftar akan mengikuti seminar dan literasi pada rangkaian peringatan 100 tahun Jam Gadang,"

Kota Bukittinggi (ANTARA) - Sebanyak 40 negara mengonfirmasi akan mengikuti seminar internasional dalam rangka memperingati 100 tahun Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) pada Juni 2026.

"Sudah ada 40 negara yang mendaftar akan mengikuti seminar dan literasi pada rangkaian peringatan 100 tahun Jam Gadang," kata Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Kota Bukittinggi, Senin.

Hal tersebut disampaikan Ramlan Nurmatias terkait sejumlah rangkaian kegiatan yang akan diadakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi dalam menyemarakkan 100 tahun Jam Gadang (1926-2026) pada Juni 2026.

Seminar dan literasi internasional tersebut nantinya mengulik sejarah tentang Jam Gadang yang dibangun pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Pengayaan dan pendalaman pengetahuan sejarah ini sangat penting untuk memberikan ilmu pengetahuan yang mungkin sebelumnya belum diketahui oleh banyak orang.

Dalam rencananya, seminar dan literasi internasional tersebut akan menghadirkan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bersama Duta Besar Belanda untuk Indonesia.

Bahkan, Pemerintah Kota Bukittinggi berencana mengundang para arsitek untuk mengkaji lebih dalam tentang bangunan Jam Gadang setinggi 27 meter dengan bagian atap bercorak khas Minangkabau tersebut.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Bukittinggi Ke-21 dan Ke-23 tersebut turut menyampaikan dua keistimewaan Jam Gadang. Pertama, angka empat romawi jam tersebut berbeda dengan jam lainnya.

Jika pada umumnya empat romawi ditulis dengan IV, namun angka empat Jam Gadang yang terpajang berbeda yakni IIII. Keistimewaan kedua yakni mesin atau jam tersebut hanya ada dua di dunia.

"Pertama di Kota Bukittinggi dan yang kedua di Big Ben, Inggris," ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Bukittinggi temui tiga dubes jelang satu abad Jam Gadang

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |