Tanwir II Pemuda Muhammadiyah jadi momentum konsolidasi arah gerakan

4 hours ago 4
...Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kekuatan yang membaca zaman sekaligus mempengaruhi arah peradaban

Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menggelar Tanwir II 2026 yang menjadi momentum konsolidasi arah gerakan kader muda persyarikatan dalam menghadapi tantangan sosial, politik, ekonomi, dan transformasi generasi muda Indonesia.

“Pemuda Muhammadiyah harus mengakar ke bawah, hadir di denyut persoalan anak muda, masuk ke kampus, desa, masjid, komunitas, dan ruang-ruang tempat rakyat sedang berjuang menghadapi hidup,” ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Gelaran Tanwir II yang digelar di Bali pada 21-23 Mei 2026 ini mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar Untuk Indonesia Jaya”. Tanwir kali ini menjadi refleksi serta evaluasi agenda strategis organisasi, perumusan sikap terhadap isu kebangsaan dan keumatan, hingga persiapan menuju Muktamar Pemuda Muhammadiyah mendatang.

Pria yang disapa Fikar itu menilai tantangan generasi muda hari ini bukan hanya soal lapangan pekerjaan dan pendidikan, tetapi juga krisis arah, ketimpangan akses, dan hilangnya keberanian moral dalam ruang publik. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah harus bertumbuh dengan orientasi yang jelas dan berdampak.

Baca juga: Haedar Nashir harap pemuda serap warisan nilai Sumpah Pemuda

“Bertumbuh bukan sekadar memperbanyak struktur atau seremonial. Bertumbuh itu ketika kader punya kapasitas, punya keberanian berpikir, dan mampu merebut ruang strategis bangsa. Kita ingin Pemuda Muhammadiyah melahirkan intelektual, penggerak sosial, entrepreneur, politisi, dan pemimpin masa depan,” katanya.

Ia menekankan bahwa Pemuda Muhammadiyah jangan hanya menjadi penonton perubahan semata, tetapi harus berani keluar dari zona nyaman organisasi dan masuk ke arena perubahan sosial yang nyata.

“Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kekuatan yang membaca zaman sekaligus mempengaruhi arah peradaban. Mengakar ke bawah supaya paham realitas rakyat, dan bertumbuh ke depan supaya mampu memimpin Indonesia. Itu spirit Tanwir kali ini,” katanya.

Pada momentum pembukaan Tanwir II ini, PP Pemuda Muhammadiyah juga meluncurkan buku Negarawan Muda Indonesia karya Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Buku tersebut lahir dari kegelisahan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia itu atas semakin jauhnya politik dari etika pengabdian serta minimnya ruang kaderisasi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat dan gagasan kebangsaan.

Dalam pengantarnya, Fikar menilai bahwa generasi muda membutuhkan lebih banyak teladan keberanian moral dibanding sekadar popularitas politik.

Negarawan Muda Indonesia ditulis sebagai refleksi sekaligus ajakan agar anak muda tidak alergi terhadap politik, tetapi justru hadir membawa integritas, gagasan, dan keberpihakan sosial di tengah krisis keteladanan publik.

Baca juga: Prabowo-PP Pemuda Muhammadiyah bahas isu kepemudaan

Baca juga: PP Muhammadiyah luncurkan program bina damai untuk pemuda Palestina

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |