Ribuan petani kerja bakti naikkan sedimen di Irigasi Soropadan 

1 week ago 18

Temanggung (ANTARA) - Sebanyak kurang lebih 3.000 petani melakukan kerja bakti untuk mengangkat atau menaikkan sedimen lumpur di saluran Irigasi Soropadan yang mengaliri sawah di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Bupati Temanggung Agus Setyawan di Temnaggung, Minggu mengapresiasi inisiatif para petani yang secara swadaya membersihkan sedimen di saluran irigasi sepanjang sekitar 5 kilometer.

Aksi kerja bakti massal ini dilakukan untuk melancarkan aliran air ke ratusan hektare sawah demi mendukung ketahanan pangan.

Menurut dia, kegiatan ini menjadi contoh nyata kerja sama dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pertanian.

"Yang jelas kami mengapresiasi inisiator teman-teman di Soropadan. Hari ini ribuan petani bergerak mengangkat sedimen di saluran irigasi. Pastinya, pengangkatan sedimen ini akan melancarkan aliran air ke sawah-sawah," katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan petani dari empat desa di Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung serta dua desa di Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Wilayah Kecamatan Secang, sangat bergantung pada aliran irigasi yang melintas di Kecamatan Pringsurat.

"Lebih dari 200 hektare sawah di Kecamatan Secang terairi dari irigasi yang melewati Pringsurat. Ini bentuk kebersamaan luar biasa, saling menyangga antarwilayah," katanya.

Agus menilai, tidak mudah menggerakkan masyarakat dalam jumlah besar untuk peduli pada persoalan irigasi. Namun momentum ini diharapkan mampu membantu Pemkab Temanggung menutup kekurangan target produksi padi yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

"Ini menjadi bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan. Dengan normalisasi irigasi Pringsurat, target produksi padi Kabupaten Temanggung yang sebelumnya masih kurang diharapkan bisa tercapai," katanya.

Ketua Gabungan Petani Pemakai Air (GP3A) Daerah Irigasi Dharma Tirta Soropadan, Pringsurat Kusnindaryanto mengatakan kegiatan kerja bakti berawal dari kondisi sedimen yang sudah lama menumpuk dan menghambat aliran air.

"Sedimennya sudah naik dan mengganggu kelancaran irigasi. Kami sering pertemuan mencari solusi, akhirnya teman-teman berinisiatif kerja bakti. Hari ini kami mengangkat sedimen sepanjang sekitar 5 kilometer," katanya.

Ia menyebutkan, saluran Irigasi Soropadan mengairi sekitar 508 hektar sawah di Kecamatan Pringsurat dan Kecamatan Secang. Jika aliran irigasi terganggu, ratusan hektar sawah tersebut terancam puso atau gagal tanam.

"Kalau 508 hektar tidak bisa ditanami, dampaknya besar. Per hektar saja rata-rata bisa menghasilkan sekitar 5 ton padi," katanya.

Diperkirakan, volume sedimen yang berhasil diangkat dalam kegiatan tersebut mencapai 4.500 meter kubik.

Irigasi Soropadan memiliki panjang total 13,5 kilometer melintasi 7 desa di dua kecamatan dan dua kabupaten, yakni Desa Rejosari, Desa Pringsurat, Desa Kebumen, Desa Soropadan (Kecamatan Pringsurat, Temanggung), serta Desa Krincing, Desa Ngabean, dan Kelurahan Secang (Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang).

Dengan normalisasi irigasi ini, para petani berharap aliran air kembali lancar sehingga sawah dapat ditanami padi hingga dua sampai tiga kali panen dalam setahun.

Baca juga: Kementan-PU kerja sama perbaiki irigasi rusak akibat bencana

Baca juga: Tanggul irigasi jebol, 1.500 ha sawah Banjarnegara terancam krisis air

Baca juga: Sumbar siapkan Rp2 miliar perbaiki irigasi untuk aliri 5.500 ha sawah

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |