Tampil lepas antarkan Ken Swagumilang sabet emas perdana di APG

1 week ago 13
Saya cuma berusaha fokus ke sasaran saja dan tidak memikirkan hal lain, karena dalam panahan hasil memang sulit diprediksi, terutama dipengaruhi faktor angin

Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Atlet para panahan Indonesia Ken Swagumilang mengaku tampil lepas dalam pertandingan final nomor individual compound open men's dalam ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, sehingga mengantarkan dirinya menyabet medali emas pertama dalam ajang itu.

"Saya cuma berusaha fokus ke sasaran saja dan tidak memikirkan hal lain, karena dalam panahan hasil memang sulit diprediksi, terutama dipengaruhi faktor angin," kata dia kepada ANTARA, usai mengalahkan wakil tuan rumah Thailand, Comsan Singpirom, di Mook Stadium Field, Nakhon Ratchasima, Sabtu siang.

Ken yang berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur, memastikan emas setelah membukukan total nilai 144 dari lima seri (29, 29, 28, 30, 28). Sedangkan Comsan mengoleksi 142 poin (29, 28, 28, 28, 29).

Baca juga: Regenerasi atlet dan pelatnas jangka panjang modal Paralimpiade 2028

Atlet berumur 28 tahun itu mengaku sempat merasa gugup menjelang pertandingan dimulai.

Namun, arahan pelatih membantunya mengendalikan emosi dan kembali fokus pada rencana bertanding.

Setelah anak panah pertama dilepaskan, Ken memilih menikmati setiap seri dengan pendekatan yang tenang.

Dia menceritakan, persiapan sederhana juga menjadi bagian dari ketenangannya. Sebab, malam sebelum bertanding, dia hanya menjalani rutinitas seperti biasa, mulai dari bermain gim, telepon genggam, hingga menunaikan ibadah shalat Maghrib dan Isya.

Rutinitas itu membuatnya merasa lebih rileks dan siap menghadapi pertandingan penentuan, tanpa terbebani target emas.

Baca juga: Debut di APG, Teodora Audi persembahkan emas untuk orang tua

Pemuda yang pernah kuliah di Kota Malang itu, menjadikan medali emas APG 2025 sebagai pencapaian penting, sekaligus modal kepercayaan diri untuk menatap target jangka panjang selanjutnya.

Dia membidik tampil di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, kejuaraan dunia, hingga Paralimpiade Los Angeles 2028.

Bagi dia, dukungan keluarga terutama orang tua, akan berperan besar dalam perjalanan kariernya ke depan.

Sebab, sejak awal menekuni panahan, Ken mendapat dukungan penuh, termasuk penyediaan peralatan hingga relokasi domisili dari Sidoarjo ke Malang saat menempuh pendidikan pada 2015.

Langkah itu kemudian membawanya bergabung dengan program pembinaan para panahan dan berkembang menjadi atlet nasional.

Baca juga: Usai ASEAN Para Games, atlet langsung dipersiapkan untuk Paralimpiade

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |