Jenewa (ANTARA) - Pemerintah Swiss, Senin, menyambut baik "kemajuan konstruktif" yang dicapai selama pembicaraan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan para mediator yang berlanjut sepanjang Minggu (21/6) malam di Resor Buergenstock, Swiss.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Swiss dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa negaranya mengapresiasi pembentukan komite tingkat tinggi oleh para pihak berdasarkan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang ditandatangani oleh AS dan Iran, serta menyebutnya sebagai "langkah positif" menuju proses-proses politik dan teknis lebih lanjut.
Kemenlu tersebut menyatakan kesepakatan mengenai sebuah peta jalan (roadmap) yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan final dalam kurun waktu 60 hari itu menciptakan kondisi yang mendukung untuk "memulai kembali pembahasan teknis baru secepatnya".
"Swiss tetap siap untuk mendukung proses ini," sebut pernyataan itu.
Menurut sebuah pernyataan bersama yang dikeluarkan pada Senin dini hari oleh para mediator, yaitu Pakistan dan Qatar, sesi pertama perundingan tingkat tinggi di bawah MoU tersebut telah resmi berakhir di resor Buergenstock.
Berlandaskan MoU tersebut, para pihak sepakat untuk membentuk sebuah komite tingkat tinggi yang akan memberikan pengawasan politik terhadap proses mediasi, papar pernyataan bersama tersebut.
Komite itu pun telah menyepakati peta jalan untuk mencapai kesepakatan final dalam kurun waktu 60 hari, yang meletakkan fondasi untuk memulai kembali pembicaraan teknis lebih lanjut secepatnya.
Para pihak sepakat untuk menciptakan sebuah unit deeskalasi konflik yang melibatkan para pihak terkait dan Republik Lebanon, dengan difasilitasi oleh para mediator, guna memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sesuai dengan ketentuan MoU.
Pernyataan bersama itu menambahkan bahwa pembicaraan teknis mengenai seluruh isu akan terus berlanjut hingga akhir pekan ini di resor Buergenstock.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































