BNPB kucurkan bantuan perbaikan rumah Rp93,75 miliar di Aceh Tamiang

2 hours ago 2
Bantuan ini diserahkan kepada 4.400 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar. Kami meminta dana ini digunakan secara bertanggung jawab sesuai peruntukannya, yaitu khusus untuk perbaikan rumah.

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan stimulan tahap ketiga termin pertama senilai Rp93,75 miliar untuk perbaikan rumah rusak karena bencana banjir disertai tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan, dana stimulan tersebut dialokasikan secara khusus untuk memperbaiki hunian warga yang masuk dalam kategori rusak ringan serta rusak sedang.

"Bantuan ini diserahkan kepada 4.400 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar. Kami meminta dana ini digunakan secara bertanggung jawab sesuai peruntukannya, yaitu khusus untuk perbaikan rumah," kata Suharyanto, yang juga Wakil Ketua Satgas Percepatan Rehabilitas dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera itu.

Dia merinci bahwa dari total dana tahap ketiga tersebut, senilai Rp38,25 miliar dialokasikan bagi 2.550 KK pemilik rumah rusak ringan, sedangkan Rp55,50 miliar disalurkan kepada 1.850 KK pemilik rumah rusak sedang.

Pemerintah menjanjikan apabila serapan anggaran stimulan pada Juni ini selesai dimanfaatkan seluruhnya oleh masyarakat, maka BNPB akan segera merealisasikan pencairan bantuan untuk tahap berikutnya pada Juli mendatang.

Sebelumnya, pada tahap pertama BNPB telah menggelontorkan dana senilai Rp42,06 miliar untuk 2.804 KK rusak ringan dan Rp70,11 miliar untuk 2.337 KK rusak sedang, disusul tahap kedua senilai Rp35,04 miliar untuk 2.336 KK rusak ringan dan Rp51,66 miliar bagi 1.722 KK rusak sedang.

Dia pun menambahkan bahwa seluruh penyintas yang rumahnya rusak berat dipastikan sudah dipindahkan dari tenda pengungsian, sementara warga berstatus penyewa yang tidak memiliki hak milik tanah telah difasilitasi menempati hunian sementara (huntara).

Melalui akumulasi bantuan kemanusiaan ini, pemerintah berharap ritme pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang pascabanjir November 2025 dapat berjalan secara signifikan dibandingkan kondisi pada tujuh bulan lalu.

"Kami memiliki komitmen kuat untuk terus memperbaiki dan memberikan bantuan terbaik bagi masyarakat,” kata Suharyanto menegaskan.

Baca juga: Kepala BNPB: Pembangunan huntara dan huntap terus dipercepat

Baca juga: Kemensos pastikan dana jadup korban banjir Bener Meriah cair pekan ini

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |