Survei Indikator: Sulit cari kerja jadi keluhan utama warga Bogor

7 hours ago 5

Kabupaten Bogor (ANTARA) - Survei Indikator Politik Indonesia mencatat kesulitan mencari pekerjaan menjadi keluhan utama warga Kabupaten Bogor dalam satu tahun terakhir, meski mayoritas masyarakat menilai kinerja pemerintahan daerah berjalan positif.

Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengatakan, sebanyak 40,3 persen responden menyebut sulitnya mencari lapangan kerja sebagai persoalan paling mendesak di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Masalah ekonomi masih dominan, terutama soal lapangan pekerjaan. Ini menjadi keluhan terbesar warga Kabupaten Bogor,” kata Bawono saat memaparkan hasil Survei Evaluasi Publik Satu Tahun Pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong, Minggu.

Selain persoalan pekerjaan, warga juga menilai harga kebutuhan pokok yang mahal sebesar 24 persen serta kondisi jalan rusak sebesar 11,2 persen sebagai masalah utama yang dihadapi masyarakat.

Survei yang dilakukan pada 6–11 Februari 2026 itu melibatkan 410 responden dengan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka, dengan margin of error sekitar 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Ekonom: Penciptaan lapangan kerja berkualitas harus jadi prioritas

Dalam paparan hasil survei, Bawono juga menyebutkan bahwa persoalan ketenagakerjaan terlihat konsisten dengan penilaian publik terhadap pencapaian program pemerintah daerah, khususnya dalam upaya menurunkan tingkat pengangguran yang masih dinilai belum optimal oleh sebagian warga.

Temuan tersebut, menurut dia, menunjukkan bahwa isu pengangguran menjadi pekerjaan rumah penting karena beririsan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, hasil survei mencatat evaluasi publik terhadap pelaksanaan pemerintahan relatif positif. Sebanyak 64,6 persen responden menilai kondisi pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Bogor dalam kategori baik atau sangat baik.

Tingkat kepuasan terhadap kinerja Bupati Bogor Rudy Susmanto tercatat sebesar 80,3 persen, sementara kepuasan terhadap Wakil Bupati Ade Ruhandi mencapai 79,3 persen.

Meski tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan daerah cukup tinggi, kondisi ekonomi masih menjadi catatan. Sebanyak 50,2 persen responden menilai kondisi ekonomi daerah berada pada kategori sedang, menunjukkan bahwa perbaikan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan merata oleh masyarakat.

Bawono menilai tingginya tingkat kepuasan terhadap pemerintah daerah dapat menjadi modal awal yang positif, namun pemerintah tetap perlu fokus pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan sektor ekonomi agar ekspektasi publik dapat terpenuhi pada tahun-tahun pemerintahan berikutnya.

Baca juga: BPS catat 59.725 pengangguran di Jakarta Selatan

Baca juga: Di balik turunnya angka pengangguran di Indonesia

Baca juga: Ekonom: Penguatan industri manufaktur kunci perbaikan pasar kerja

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |