Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menilai sumur resapan di wilayah itu untuk menjaga kualitas dan kuantitas air selama musim hujan maupun kemarau.
"Programnya masih terus berjalan. Pembuatan sumur resapan memerlukan waktu karena kedalaman mencapai 20 hingga 30 meter dengan tujuan untuk menjaga kualitas dan kuantitas air," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar kepada wartawan di Petogogan Jakarta, Selasa.
Anwar berharap dengan adanya program "Gerakan Menabung Air" dengan membuat sumur resapan maka saat hujan tidak terjadi genangan dan musim kemarau tidak terjadi kekeringan.
Terlebih, dia menambahkan, warga Petogogan mengeluhkan wilayahnya mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.
"Sangat ironis jika daerah yang sering tergenang justru kekurangan air bersih," ucapnya.
Hingga kini, pihaknya masih berupaya mengejar target 2.000 sumur resapan di seluruh kecamatan Jakarta Selatan demi bisa mengendalikan luapan air dari hulu.
"Jakarta Selatan ini merupakan daerah hulu jika hulunya aman, Insyaallah daerah pusat, barat dan utara juga akan aman karena air mengalir dari hulu ke hilir," ucapnya.
Sementara, Kasudin SDA Jakarta Selatan, Santo menambahkan pihaknya menggandeng tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) untuk pengadaan alat pengendali banjir.
"Program sumur resapan terus jalan. Masing-masing kecamatan 200 titik dengan kita menggandeng CSR," ucapnya.
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan menyediakan pompa stasioner di 48 titik, 14 unit pompa portabel dan dilengkapi pompa apung untuk area yang tidak bisa diakses pompa portabel.
Pemerintah Provinsi DKI mengalokasikan pengendalian banjir dengan anggaran Rp3,64 triliun dan Rp18,25 miliar untuk sistem pengendalian banjir dalam Tahun Anggaran (TA) 2026.
Baca juga: Jaksel terima bantuan 11 pompa sumur bor untuk tangani genangan
Baca juga: Cegah banjir, Jaksel keruk lumpur dan bangun sumur resapan di Tebet
Baca juga: Jaksel targetkan pembangunan 200 sumur resapan di Tebet per tahun
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































